Portal Pantura, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan pada perdagangan Kamis sore (4/12/2025). Mata uang Garuda ditutup di level Rp16.653 per dolar AS, melemah 0,15% dibanding penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan indeks dolar AS. Greenback menguat 0,09% ke posisi 98,94 pada perdagangan hari ini.
Mayoritas Mata Uang Asia Terkoreksi
Rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah. Sejumlah mata uang regional lainnya juga mengalami tekanan jual.
Dolar Singapura terdepresiasi 0,18%. Won Korea Selatan merosot 0,29%, sementara peso Filipina turun 0,19%.
Yuan China juga melemah tipis 0,06%. Baht Thailand mencatat koreksi paling dalam di antara mata uang Asia, yakni 0,45%.
Namun, beberapa mata uang regional mencatat penguatan. Ringgit Malaysia memimpin dengan kenaikan 0,25%.
Rupee India menguat 0,12%. Dolar Taiwan naik 0,02%, dan yen Jepang sedikit menguat 0,01%.
Spekulasi Kepemimpinan The Fed Beri Tekanan
Sentimen pasar global masih diwarnai spekulasi seputar kepemimpinan Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump dilaporkan membatalkan wawancara dengan beberapa kandidat pengganti Jerome Powell.
Langkah tersebut memicu dugaan bahwa Kevin Hassett berpeluang besar menjadi Ketua The Fed berikutnya. Pasar menilai kepemimpinan baru akan membawa kebijakan moneter yang lebih longgar atau dovish.
Ekspektasi sikap The Fed yang lebih akomodatif mendorong penguatan dolar AS. Hal ini memberikan tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meleset
Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,0-5,1% pada 2025.
Angka tersebut lebih rendah dari target Asumsi Ekonomi Makro APBN 2025 sebesar 5,2%. Meleset dari target membuat pasar khawatir terhadap fundamental ekonomi domestik.
Untuk mengejar pertumbuhan, pemerintah perlu mempercepat realisasi belanja negara. Akselerasi belanja dinilai krusial untuk mendorong aktivitas ekonomi di kuartal akhir 2025.
Belanja Pemerintah Jadi Kunci
Belanja pemerintah diharapkan berkontribusi signifikan pada percepatan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025. Realisasi anggaran yang optimal dapat menggerakkan konsumsi dan investasi.
Outlook fiskal perlu diperkuat untuk memastikan belanja berjalan sesuai rencana. Tanpa akselerasi ini, target pertumbuhan ekonomi akan semakin sulit tercapai.
Prediksi Rupiah Besok
Pada perdagangan Jumat (5/12/2025), rupiah diprediksi bergerak fluktuatif namun cenderung melemah. Analis memperkirakan mata uang Garuda akan ditutup di rentang Rp16.650-Rp16.690 per dolar AS.
Tekanan dari penguatan dolar AS dan sentimen global masih akan membayangi pergerakan rupiah. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan The Fed dan data ekonomi domestik.
Investor disarankan tetap waspada dan mengelola risiko dengan baik mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi.***

