UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Rupiah Menguat 0,07 Persen ke Rp16.688 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan Rabu 10 Desember 2025, Ikuti Penguatan Mata Uang Asia

×

Rupiah Menguat 0,07 Persen ke Rp16.688 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan Rabu 10 Desember 2025, Ikuti Penguatan Mata Uang Asia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Rupiah. Foto: bangunstockproduction/pexels.
Ilustrasi Rupiah. Foto: bangunstockproduction/pexels.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Jakarta – Rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/12/2025) sore. Mata uang Garuda berada di posisi Rp16.688 per dolar .

Penguatan tercatat 12 poin atau setara 0,07 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga mencatat level yang sama.

Mata Uang Kompak Menguat

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan . Mayoritas mata uang regional berada di zona positif pada penutupan perdagangan sore ini.

iklan

Yen Jepang naik 0,12 persen. Baht Thailand mencatat penguatan 0,14 persen. Yuan China menguat 0,16 persen terhadap .

Peso Filipina menjadi yang terkuat dengan kenaikan 0,77 persen. Won Korea Selatan menguat 0,32 persen.

Dolar Singapura turut menguat 0,20 persen. Sementara dolar Hong Kong stagnan tanpa perubahan signifikan.

Mata Uang Negara Maju Juga Positif

Penguatan tidak hanya terjadi di . Mata uang utama negara maju turut berada di zona hijau.

Euro Eropa mencatat kenaikan 0,12 persen. Poundsterling Inggris menguat tipis 0,03 persen. Franc Swiss naik 0,18 persen.

Di kawasan Pasifik, dolar Australia menguat 0,16 persen. Dolar Kanada juga mencatat penguatan 0,18 persen terhadap greenback.

Sentimen Positif Data Domestik

Penguatan rupiah yang terbatas dipercaya dipengaruhi sentimen domestik. Data penjualan ritel Bank Indonesia menunjukkan hasil positif.

Kondisi ini memberikan sinyal pemulihan konsumsi domestik. Pasar merespons positif terhadap data ekonomi dalam negeri.

Meski menguat, pergerakan rupiah masih terbatas. Para pelaku pasar tetap waspada terhadap dinamika global yang terus berkembang.

Outlook Rupiah

Analis memperkirakan rupiah akan bergerak dengan volatilitas terbatas dalam jangka pendek. Faktor domestik dan eksternal akan terus mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

Kebijakan Bank Indonesia dan kondisi ekonomi global menjadi kunci. Investor mencermati perkembangan inflasi dan kebijakan moneter berbagai negara.

Stabilitas rupiah juga didukung fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Cadangan devisa yang memadai memberikan ruang bagi otoritas untuk menjaga stabilitas.

Pasar akan terus memantau rilis data ekonomi mendatang. Pergerakan The Fed dan bank sentral global juga menjadi perhatian pelaku pasar.***

Setyo

Terbaru dari Setyo