Minuman bersoda, es krim, permen, dan kue manis perlu diwaspadai. Asupan gula berlebihan memicu obesitas dan peradangan dalam tubuh.
Kondisi tersebut membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah. Konsumsi gula berlebih jangka panjang juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 yang sering berjalan beriringan dengan hipertensi.
4. Gorengan
Gorengan adalah favorit masyarakat Indonesia. Bakwan, tahu isi, tempe goreng, hingga pisang goreng nyaris hadir setiap hari di meja makan.
Sayangnya, makanan yang digoreng mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Kedua zat ini memicu penumpukan plak di pembuluh darah sehingga aliran darah terhambat dan tekanan darah berisiko naik.
Sebagai alternatif, olah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.
5. Minuman Berkafein Tinggi
Kopi, minuman energi, dan teh berkafein tinggi dapat memengaruhi tekanan darah, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein atau sudah memiliki riwayat hipertensi.
Kafein merangsang sistem saraf dan menyempitkan pembuluh darah untuk sementara waktu. Zat ini juga memicu produksi adrenalin yang membuat denyut jantung meningkat lebih cepat.
Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein dan memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.
Tim Redaksi
