IKLAN
Hiburan

Deretan Stasiun Televisi Indonesia yang Tutup atau Berubah Nama di Tengah Gempuran Digital

Avatar photo
×

Deretan Stasiun Televisi Indonesia yang Tutup atau Berubah Nama di Tengah Gempuran Digital

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Televisi. Foto: Huỳnh Đạt/pexels.

Portal Pantura – Industri pertelevisian Indonesia terus mengalami perubahan signifikan. Sejak kehadiran Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada 1962, berbagai stasiun televisi bermunculan. Namun, tidak semuanya mampu bertahan. Sejumlah saluran terpaksa berhenti mengudara atau bertransformasi akibat berbagai tantangan.

Faktor seperti perubahan kepemilikan, strategi bisnis yang tak lagi relevan, hingga tekanan dari platform digital seperti YouTube dan Netflix menjadi alasan utama banyak stasiun televisi tak mampu bertahan. Berikut adalah daftar beberapa stasiun TV di Indonesia yang telah tutup atau mengalami perubahan besar dalam sejarah penyiarannya.

1. Net TV Berganti Wajah Jadi MD TV

IKLAN

Net TV dikenal sebagai stasiun televisi dengan konten segar dan edukatif, khususnya bagi kalangan muda. Namun, pada 2 Desember 2024, Net TV resmi menghentikan siaran regulernya. Pengunduran diri tujuh pimpinan utama pada Oktober 2024 menjadi titik balik besar. Selang beberapa bulan, stasiun ini diakuisisi oleh MD Entertainment dan berganti nama menjadi MD TV.

2. ANTV Terancam Bangkrut?

Stasiun yang mulai mengudara pada 1 Maret 1993 ini populer berkat tayangan sinetron India-nya. Namun, kabar kurang sedap datang setelah manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan karyawan. Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Nil R. Tobing, menyebut langkah itu sebagai upaya efisiensi. Jika situasi tidak membaik, ANTV berisiko mengikuti jejak Net TV.

3. Latifi Berubah Jadi TV One

Latifi memulai siaran pada 2001 dan dikenal lewat tayangan kartun seperti SpongeBob hingga bioskop Indonesia era 90-an. Namun pada 2008, stasiun milik Abdul Latif ini resmi tutup dan berganti menjadi TV One. Di bawah VIVA Group, TV One mengusung format baru yang fokus pada berita dan olahraga.

4. TPI Menjadi MNCTV

TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) didirikan pada 1991 dengan tayangan edukatif. Namun, identitasnya mulai kabur ketika mulai menayangkan infotainment dan hiburan. Pada 2010, TPI resmi berganti nama menjadi MNCTV setelah sahamnya diambil alih oleh PT Media Nusantara Citra (MNC Group).

5. Bloomberg TV Indonesia Tak Bertahan Lama

Bloomberg TV masuk ke Indonesia pada 2013, membawa konten ekonomi dan investasi. Meski melihat Indonesia sebagai pasar potensial, stasiun ini tak mampu bersaing. Pada 31 Agustus 2015, Bloomberg TV Indonesia resmi menghentikan siaran.

6. Channel Kemanusiaan Hilang Tanpa Jejak

Channel Kemanusiaan, yang berdiri pada 2012, fokus pada isu-isu sosial dan kemanusiaan. Sebagian pendapatannya bahkan disumbangkan ke Palang Merah Indonesia. Namun, sejak 2014, stasiun ini menghilang dari satelit parabola tanpa kejelasan apakah tutup atau sekadar berganti frekuensi.

7. MTV Indonesia Tamat di Era Streaming

MTV Indonesia sempat jadi ikon bagi generasi 90-an. Namun, setelah beberapa kali berganti mitra kerja, MTV Indonesia akhirnya berhenti tayang pada November 2015. Kebijakan pemangkasan besar-besaran oleh induk perusahaan di Amerika Serikat turut mempercepat kejatuhan saluran musik ini.

8. TV7 Menjadi Trans 7

TV7 lahir pada 2001 di bawah Kompas Gramedia Group. Namun, pada 2006, stasiun ini diakuisisi Trans Corp dan berubah nama menjadi Trans 7. Sejak saat itu, Trans 7 berkembang pesat dan menjadi salah satu saluran favorit masyarakat lewat program-program informatif dan hiburan ringan.

Tim Redaksi

Bondan Setiyono
Reporter Bondan Setiyono
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura