IKLAN
Hot Issue

Heboh! Dana Desa Pruwatan Brebes 2023 Diduga Diselewengkan, Kades Berikan Klarikasi

Avatar photo
×

Heboh! Dana Desa Pruwatan Brebes 2023 Diduga Diselewengkan, Kades Berikan Klarikasi

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Pemerintah Desa (Pemdes) Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten , membantah tuduhan adanya Dana Desa (DD) tahun 2023 sebesar Rp 947.091.000 untuk pembangunan Desa Wisata (Deswita) Bukit Sendari di Dukuh Pelem. Bantahan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Pruwatan, Rasiman, SH, saat ditemui awak media di kantornya, Senin, 13 Januari 2025.

Rasiman menegaskan bahwa pemberitaan yang tayang pada 28 November 2024 oleh sebuah media tersebut tidak sesuai fakta. Dalam pemberitaan tersebut, Desa Pruwatan disebut sebagai “sarang koruptor” dengan tuduhan banyaknya anggaran yang diselewengkan. Ia menilai tuduhan tersebut mencederai citra Pemdes Pruwatan yang selama ini berupaya menjalankan pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

IKLAN

Dalam klarifikasinya, Rasiman menjelaskan bahwa anggaran Dana Desa tahun 2023 yang dialokasikan untuk pengembangan Desa Wisata Bukit Sendari adalah sebesar Rp 300 juta, bukan Rp 947.091.000 seperti yang diberitakan. Dana tersebut digunakan untuk berbagai pembangunan infrastruktur di kawasan Bukit Sendari, termasuk fasilitas penunjang wisata.

“Pada 8 Juli 2024, Inspektorat Kabupaten telah melakukan pemeriksaan terkait penggunaan dana ini, dan hasilnya tidak ditemukan adanya indikasi penyelewengan,” ungkap Rasiman.

Ia juga menegaskan bahwa Pemdes Pruwatan terus mengedepankan prinsip transparansi dalam pengelolaan dana desa, termasuk menyampaikan laporan penggunaan anggaran kepada masyarakat.

Rasiman juga menjawab tudingan terkait dugaan penyelewengan anggaran dalam program ketahanan pangan untuk Kambingisasi dan pemeliharaan ikan air tawar pada tahun 2022. Menurutnya, program tersebut telah berjalan sesuai rencana. Pemdes menggunakan anggaran sebesar Rp 40,8 juta dari Dana Desa 2022 untuk membeli 12 ekor kambing Etawa.

“Kambing tersebut telah berkembang biak hingga melahirkan 13 ekor, sehingga total menjadi 25 ekor. Namun, pada pertengahan 2024, delapan ekor kambing yang berusia empat bulan meninggal akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini, kambing yang tersisa berjumlah 17 ekor,” jelasnya.

Rasiman mengakui bahwa kematian kambing tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam program pengembangan ketahanan pangan. Namun, ia menekankan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan dugaan penyalahgunaan anggaran.

Menanggapi pemberitaan yang dirasa tidak akurat, Rasiman menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap Desa Pruwatan, meskipun merasa terganggu dengan tuduhan yang dilayangkan. Ia berharap agar pihak media dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik jurnalistik, termasuk melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan berita.

“Kami mengucapkan terima kasih atas koreksi yang diberikan meskipun sifatnya tidak menyenangkan. Namun, kami berharap ke depannya setiap pemberitaan dilakukan dengan berimbang agar tidak menimbulkan fitnah yang dapat merugikan pihak tertentu,” ujar Rasiman.

Tim Redaksi

Setyo
Reporter Setyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Setyo

Terbaru dari Setyo