“Kerja sama semacam ini adalah kunci keberhasilan pembangunan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka akses ke pasar organik, dan memastikan keberlanjutan di masa depan,” imbuhnya.
Acara penanaman bersama ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Sumarno, S.Pd., M.Si., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Brebes, Drs. Nadirin, Camat Bumiayu, Cecep Aji Suganda, A.P., M.Si., Kapolsek Bumiayu, AKP Kasam, Plt. Danramil Bumiayu, Pelda Marji, serta Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani.
Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan sektor pertanian di daerah tersebut.
Selain itu, BAZNAS Brebes berharap program ini dapat menjadi model bagi daerah lain untuk menerapkan konsep serupa.
Dengan fokus pada pengelolaan lahan secara organik, program ini diharapkan dapat memacu kesadaran petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian mereka.
Langkah ini juga berpotensi memperluas peluang pasar bagi produk padi organik dari Brebes.
Seiring meningkatnya minat konsumen terhadap produk organik, BAZNAS optimistis program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, baik dari sisi pendapatan maupun keberlanjutan usaha tani.
Penanaman padi organik tahap kedua ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa program zakat produktif dapat berperan strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Tidak hanya menyasar pemberdayaan ekonomi, program ini juga memiliki dampak luas pada aspek lingkungan dan sosial, menciptakan ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, Brebes terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah agraris yang mampu berinovasi dalam sektor pertanian.
Tim Redaksi
