Portal Pantura – Pemerintah Kabupaten Brebes terus mengintensifkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag), yang menggelar pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat. Pelatihan ini berfokus pada keterampilan tata boga dan pangkas rambut, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat miskin secara berkelanjutan.
Plt Sekretaris Dinkopumdag, Lusiana Indira Isni, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin memiliki penghidupan yang lebih layak. Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan bantuan modal usaha berupa alat kerja, seperti peralatan pangkas rambut, agar mereka bisa langsung memulai usaha mandiri.
“Ada sekitar 60 peserta yang mengikuti pelatihan ini. Kami tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga modal usaha agar mereka bisa segera membuka usaha sendiri. Misalnya, untuk tukang cukur, kami memberikan alat cukur sebagai modal awal,” jelas Lusiana pada Selasa (19/11).
Data Kemiskinan Brebes
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Brebes. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes pada 2023 tercatat sebesar 4,17 persen atau setara 75.590 jiwa. Namun, angka ini berhasil ditekan menjadi 0,75 persen (13.540 jiwa) pada tahun yang sama, menunjukkan penurunan sebesar 3,42 poin.
Capaian ini dinilai cukup signifikan, melebihi target penurunan nasional yang berada di angka 0,87 persen dan provinsi sebesar 0,83 persen. Kendati demikian, Lusiana menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan keberlanjutan hasil ini.
“Program seperti ini akan terus kami lakukan secara konsisten, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Tujuannya agar pengurangan kemiskinan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan dampak jangka panjang,” ujarnya.
Pelatihan yang Berdampak Langsung
Pelatihan UMKM ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat miskin yang membutuhkan keterampilan praktis agar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, peserta pelatihan tata boga dilatih untuk mengolah makanan yang dapat dijual sebagai produk usaha, sedangkan peserta pangkas rambut diajarkan teknik dasar dan lanjutan yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Selain memberikan keterampilan, Dinkopumdag juga membekali peserta dengan wawasan tentang pengelolaan usaha, seperti cara menentukan harga jual, strategi pemasaran sederhana, hingga pentingnya menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Dengan kombinasi pelatihan keterampilan dan modal usaha, diharapkan peserta mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan ekstrem di Brebes.
Program ini tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat. Lusiana menambahkan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan ekstrem di Brebes juga berkat sinergi berbagai pihak dalam memberikan bantuan langsung maupun dukungan pendampingan kepada warga miskin.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat, maupun pelaku usaha yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat. Kami berharap model ini dapat diterapkan di sektor lain agar dampaknya semakin luas,” tambah Lusiana.
Tim Redaksi
