IKLAN
Inside

Festival Domba Sakub: Sejarah dan Nilai Ekonomi Ikon Baru dari Brebes

Avatar photo
×

Festival Domba Sakub: Sejarah dan Nilai Ekonomi Ikon Baru dari Brebes

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Brebes – Kabupaten Brebes yang selama ini dikenal sebagai Kota Bawang, kini semakin meneguhkan posisinya sebagai daerah dengan beragam komoditas unggulan. Setelah sebelumnya memiliki sapi Jabres, kini muncul satu ikon baru yang mulai mencuri perhatian: Domba Sakub.

Momentum perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia menjadi ajang penting untuk memperkenalkan lebih jauh domba khas Brebes ini. Lewat Festival Domba Sakub Piala Bupati Brebes yang digelar di Kaligua, Pandansari, Kecamatan Paguyangan, masyarakat diajak mengenal sejarah sekaligus potensi ekonominya.

Asal Usul Domba Sakub

IKLAN

Menurut catatan sejarah, domba Sakub mulai berkembang di Brebes sejak 1980-an. Hewan ini lahir dari hasil persilangan beberapa jenis, di antaranya Texel, Merino, Sulfok, dan domba lokal.

Penelitian lebih lanjut terus dilakukan oleh Pusat Riset Peternakan ORPP Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes. Kajian tersebut bertujuan menelusuri silsilah, karakteristik, dan keunggulan genetika domba Sakub.

Kepala DPKH Brebes, Ismu Subroto, menjelaskan, domba ini memiliki hubungan erat dengan masyarakat sekitar lereng Gunung Slamet. “Domba Sakub pertama kali berkembang di kawasan perkebunan teh Kaligua. Awalnya hanya dipelihara sebagai ternak biasa, namun melalui perkawinan silang dan seleksi alami, lahirlah jenis baru yang tangguh, unik, serta seragam,” ujarnya.

Domba Sakub dikenal dengan ciri khas tanduk melingkar, tubuh gagah, dan postur besar. Nama “Sakub” sendiri diambil dari puncak tertinggi Kaligua yang berada di ketinggian 2.050 mdpl. Harapannya, domba ini mampu mengangkat nama Brebes hingga ke tingkat nasional.

Potensi Ekonomi Tinggi

Selain nilai historis, domba Sakub juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Untuk jenis yang gagah, sehat, dan bertanduk besar, harga jualnya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per ekor.

Pada ajang festival atau kontes, harga domba juara bahkan bisa menembus ratusan juta rupiah. Hal ini menjadikan domba Sakub bukan hanya hewan ternak, tetapi juga simbol prestise dan kebanggaan bagi pemiliknya.

Permintaan domba Sakub kini datang tidak hanya dari Brebes, melainkan juga dari berbagai daerah lain di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jabodetabek. Banyak kolektor, pejabat daerah, dan pengusaha yang menjadikannya sebagai hewan hobi sekaligus penanda status sosial.

Lebih dari Sekadar Hewan Ternak

Selain untuk kontes, domba Sakub juga berpotensi sebagai sumber daging unggulan. Ukuran tubuhnya yang besar membuat bobot karkas lebih tinggi dibanding domba lokal biasa.

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P