Portal Pantura – Kepemimpinan perempuan di tingkat desa terus menunjukkan tren positif. Semakin banyak perempuan yang berani maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat.
Berikut profil 10 kepala desa perempuan yang berhasil memimpin wilayahnya dengan berbagai latar belakang unik.
1. Anjely Emythasari – Desa Kedungkumpul, Lamongan
Anjely Emythasari mencuri perhatian publik saat terpilih sebagai Kepala Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Lamongan, Jawa Timur. Perempuan berusia 30-an tahun ini sebelumnya berprofesi sebagai biduan dangdut.
Ia memenangkan Pilkades dengan perolehan 1.260 suara dari total 3.321 pemilih. Anjely mengaku maju atas dorongan masyarakat setempat yang melihat potensinya sebagai pemimpin.
2. Gitar Ratnasari – Desa Bombanon, Bolaang Mongondow
Gitar Ratnasari terpilih sebagai Kepala Desa Bombanon, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada 14 November 2019. Ia meraup 206 suara dari 570 pemilih.
Berbeda dengan kepala desa lainnya, Gitar memiliki latar belakang politik. Sebelumnya, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari PDIP namun tidak lolos.
3. Yunita Dwi Ratnasari – Desa Bejijong, Mojokerto
Yunita Dwi Ratnasari memenangkan Pilkades serentak 23 Oktober 2019 di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Perempuan kelahiran Jember yang besar di Banyuwangi ini meraih 1.800 suara dari 3.800 pemilih.
Yunita dijuluki sebagai Kartini masa kini karena menginspirasi masyarakat, khususnya perempuan, untuk meningkatkan perekonomian keluarga di masa pandemi.
4. Sysda Timoty Mangindaan – Desa Lobanan, Minahasa Selatan
Sysda Timoty Mangindaan menjadi hukum tua atau kepala desa di Desa Lobanan, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Lulusan IPDN 2008 ini dilantik pada 11 Juni 2019.
Ia berkomitmen memanfaatkan dana desa untuk pembangunan dan pelatihan demi kesejahteraan masyarakat.

