UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Inside

10 Kepala Desa Cantik yang Bikin Mata Pria Tak Berkedip

×

10 Kepala Desa Cantik yang Bikin Mata Pria Tak Berkedip

Sebarkan artikel ini
Anjely Emythasari, Kades Kedungkumpul, Lamongan. Foto: YouTube @UpdatePro.
Anjely Emythasari, Kades Kedungkumpul, Lamongan. Foto: YouTube @UpdatePro.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Kepemimpinan perempuan di tingkat desa terus menunjukkan tren positif. Semakin banyak perempuan yang berani maju dalam Pemilihan (Pilkades) dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat.

Berikut profil 10 perempuan yang berhasil memimpin wilayahnya dengan berbagai latar belakang unik.

1. Anjely Emythasari – Desa Kedungkumpul, Lamongan

Anjely Emythasari mencuri perhatian publik saat terpilih sebagai Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Lamongan, Jawa Timur. Perempuan berusia 30-an tahun ini sebelumnya berprofesi sebagai biduan dangdut.

iklan

Ia memenangkan Pilkades dengan perolehan 1.260 suara dari total 3.321 pemilih. Anjely mengaku maju atas dorongan masyarakat setempat yang melihat potensinya sebagai pemimpin.

2. Gitar Ratnasari – Desa Bombanon, Bolaang Mongondow

Gitar Ratnasari terpilih sebagai Bombanon, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada 14 November 2019. Ia meraup 206 suara dari 570 pemilih.

Berbeda dengan lainnya, Gitar memiliki latar belakang politik. Sebelumnya, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari PDIP namun tidak lolos.

3. Yunita Dwi Ratnasari – Desa Bejijong, Mojokerto

Yunita Dwi Ratnasari memenangkan Pilkades serentak 23 Oktober 2019 di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Perempuan kelahiran Jember yang besar di Banyuwangi ini meraih 1.800 suara dari 3.800 pemilih.

Yunita dijuluki sebagai Kartini masa kini karena menginspirasi masyarakat, khususnya perempuan, untuk meningkatkan perekonomian keluarga di masa pandemi.

4. Sysda Timoty Mangindaan – Desa Lobanan, Minahasa Selatan

Sysda Timoty Mangindaan menjadi hukum tua atau di Desa Lobanan, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Lulusan IPDN 2008 ini dilantik pada 11 Juni 2019.

Ia berkomitmen memanfaatkan dana desa untuk pembangunan dan pelatihan demi kesejahteraan masyarakat.

Bondan Setiyono

Terbaru dari Bondan Setiyono