Selain Bang Djarot, sejumlah tokoh turut menyuarakan dukungan terhadap gerakan kotak kosong. Salah satunya adalah Cahrudin, mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes.
Cahrudin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh tekanan politik yang hanya mementingkan kelompok tertentu.
Pesannya menekankan pentingnya keberanian warga dalam menentukan pilihan untuk mendorong perubahan yang positif.
Di sisi lain, Suntoro, salah satu relawan aktif Gertak, menyatakan bahwa gerakan kotak kosong telah memiliki jaringan luas di seluruh Kabupaten Brebes.
Ia mengungkapkan bahwa relawan telah tersebar di 17 kecamatan, siap mendukung dan mengawal proses Pilkada.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersatu dan memenangkan kotak kosong pada 27 November 2024,” ujarnya penuh semangat.
Menggugat Monopoli Politik

Gerakan Kotak Kosong hadir sebagai respons atas monopoli politik yang dirasa semakin menguat.
Pilkada dengan calon tunggal dinilai mencederai esensi demokrasi, yang seharusnya memberikan rakyat kebebasan memilih dari berbagai opsi.
Dalam pandangan Gertak, kotak kosong menjadi simbol perlawanan terhadap situasi ini dan menawarkan jalan menuju demokrasi yang lebih sehat.
Tim Redaksi
