- Fleksibilitas: Sekolah memiliki kebebasan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kondisi lokal dan kebutuhan peserta didik.
-
Relevansi: Pembelajaran dirancang agar lebih relevan dengan kehidupan nyata dan tantangan global.
-
Pembelajaran Bermakna: Kurikulum berpusat pada peserta didik, memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan kontekstual.
-
Pengembangan Kompetensi Abad ke-21: Membekali siswa dengan keterampilan kritis, kolaboratif, dan inovatif yang relevan untuk menghadapi masa depan.
Pengembangan Kurikulum di Sekolah Dasar
Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dasar mencakup beberapa aspek utama:
Karakteristik Lulusan: Kurikulum diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berprestasi akademik tetapi juga memiliki karakter kuat, seperti beriman, bertakwa, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Capaian Pembelajaran: Sekolah memilih dan merancang capaian pembelajaran yang sesuai dengan visi dan karakteristik peserta didiknya.
Kegiatan Pembelajaran Aktif: Pembelajaran dirancang agar lebih interaktif dan menyenangkan, berfokus pada keterlibatan aktif siswa.
Penilaian Berbasis Proses: Penilaian lebih menitikberatkan pada proses belajar siswa dan pencapaian kompetensi yang nyata, bukan sekadar hasil ujian.
Tantangan dan Peluang
Meskipun Kurikulum Merdeka menawarkan banyak kelebihan, implementasinya tentu tidak tanpa tantangan.
Tim Redaksi
