Beberapa faktor yang mungkin menjelaskan fenomena ini adalah sebagai berikut:
1. Ketidakpuasan Publik terhadap Calon Tunggal
Sebagian pemilih mungkin merasa pasangan Paramitha-Wurja tidak cukup mewakili aspirasi mereka.
Ketidakpuasan ini dapat mendorong mereka memilih kotak kosong sebagai bentuk protes politik.
2. Sosialisasi yang Tidak Optimal
Sosialisasi pasangan calon merupakan kunci kemenangan, bahkan untuk calon tunggal.
Jika kampanye tidak dilakukan dengan maksimal atau gagal menjelaskan visi dan misi kepada masyarakat, potensi dukungan pun melemah.
3. Kinerja Mesin Partai Politik
Meski didukung oleh seluruh partai politik di DPRD, koordinasi dan mobilisasi mesin partai tidak selalu berjalan efektif.
Dalam beberapa kasus, dukungan formal dari partai politik tidak serta-merta menjamin dukungan penuh dari masyarakat.
Tim Redaksi
