Metode pembelajaran diduga berkontribusi terhadapan pemahaman pengajaran yang kurang tepat;
Ada budaya pesantren yang dimanifestasikan dengan “pologetic language” yang seolah masalah higienis dan kebersihan merupakan bentuk kesederhanaan.
Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berakar pada tradisi keagamaan Islam, memegang peranan penting tidak hanya dalam pembelajaran ilmu agama tetapi juga dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial santri.
Salah satu aspek penting yang dapat dikembangkan di pesantren adalah kebersihan, tidak hanya meliputi kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan spiritual.
Dalam pandangan Islam, kebersihan memiliki makna yang luas, mulai dari kebersihan diri, lingkungan, hingga kebersihan hati.
Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah (2:222) menegaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang menjaga kebersihan, sementara Hadis Nabi Muhammad SAW juga menyatakan bahwa “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Muslim).
Pendidikan lingkungan di pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan karakter santri.
Dengan mempelajari nilai-nilai lingkungan berbasis Islam, santri dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan (QS. Al-A’raf: 31).
Pendidikan ini juga mengembangkan rasa syukur dan penghargaan terhadap nikmat Allah SWT. serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam.
Banyak diantara beberapa pesantren yang menerapkan setiap satu pekan satu kali diadakan rutinan bersih-bersih secara menyeluruh lingkungan di pondok, yang dikena dengan istilah “ro’an akbar” karena layaknya bukan piket seperti hari biasa.
Tim Redaksi
