Kondisi jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan, membuat warga tetap memilih menggunakan gondola sebagai jalur transportasi meski berisiko tinggi.
Setelah gondola ditutup, warga kini terpaksa menggunakan Jembatan Merah Putih sebagai satu-satunya alternatif untuk menyeberangi sungai.
Kondisi ini mendorong warga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki akses jalan menuju jembatan tersebut.
“Jika jalan menuju Jembatan Merah Putih lebih baik, warga tentu tidak akan lagi menggunakan gondola atau nekat menyeberangi sungai,” tambah Fathuri.
Sejarah Panjang Pembangunan Jembatan
Penutupan gondola ini juga mengungkap fakta bahwa pembangunan infrastruktur di daerah tersebut telah menjadi tantangan selama bertahun-tahun.
Pemerintah Kabupaten Brebes tercatat sudah tiga kali membangun jembatan yang menghubungkan Dukuh Wadasgumantung dengan desa-desa lain.
Namun, dari tiga jembatan yang pernah dibangun, kini hanya tersisa dua tiang penyangga sebagai sisa konstruksi yang gagal bertahan.
Faktor cuaca ekstrem dan minimnya perawatan diduga menjadi penyebab kerusakan jembatan sebelumnya.
Sementara itu, Jembatan Merah Putih yang baru dibangun diharapkan mampu menjadi solusi permanen bagi warga.
Meski demikian, warga masih menghadapi kendala besar terkait aksesibilitas jalan yang belum mendukung keberadaan jembatan tersebut.
Tim Redaksi
