Portal Pantura, Brebes – Setelah viral di media sosial, gondola yang melintasi Sungai Glagah di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, akhirnya resmi ditutup.
Penutupan ini dilakukan karena gondola tersebut dinilai berisiko membahayakan keselamatan warga yang menggunakannya sebagai alat transportasi sehari-hari.
Sebelumnya, gondola ini menjadi sarana penting bagi warga Dukuh Wadasgumantung untuk beraktivitas keluar kampung, terutama ketika sungai dalam kondisi meluap.
“Saat banjir, gondola ini sangat membantu kami untuk menyeberang. Kalau tidak ada gondola, kami terisolasi,” ungkap salah seorang warga setempat.
Namun, warga lebih memilih menyeberangi sungai secara langsung saat aliran air normal karena jalur tersebut dianggap lebih cepat dan praktis dibandingkan menggunakan jembatan alternatif yang sudah ada.
Jembatan Merah Putih: Solusi yang Belum Maksimal
Kepala Desa Kutamendala, Fathuri, menjelaskan bahwa sebenarnya telah tersedia Jembatan Merah Putih yang dibangun oleh Dandim 0713 Brebes.
Jembatan tersebut diperuntukkan sebagai akses utama bagi warga Dukuh Wadasgumantung yang selama ini menghadapi kendala transportasi.
“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan Jembatan Merah Putih ini. Jembatan tersebut menjadi solusi penting bagi warga kami,” ujar Fathuri.
Namun, menurutnya, sebagian warga masih enggan menggunakan jembatan itu karena akses jalan menuju lokasi jembatan belum memadai.
Tim Redaksi
