Portal Pantura, Brebes – Sebuah video yang menampilkan keluhan seorang pemuda asal Tonjong viral di media sosial. Ia mengaku sudah menginap dan ikut antre untuk melamar kerja di pabrik sepatu kawasan Bulakamba, namun ditolak karena lowongan hanya tersedia untuk perempuan.
“Saya sudah nginap, ikut antre, tapi katanya lowongan cuma buat perempuan,” ujarnya dalam video yang memantik diskusi publik soal akses kerja yang belum setara di Brebes.
Ternyata, ini bukan kasus tunggal. Data dari Dinas Tenaga Kerja Brebes menunjukkan bahwa dari 28 pabrik besar yang beroperasi, hanya tiga yang mayoritas mempekerjakan laki-laki. Sisanya didominasi oleh tenaga kerja perempuan, terutama di bagian produksi.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah perusahaan menyebut ada tantangan yang perlu dibenahi agar tenaga kerja laki-laki bisa lebih optimal terserap.
Tantangan Kedisiplinan dan Perilaku Kerja
Perusahaan kerap mencatat tingkat ketidakhadiran dan keterlambatan yang lebih tinggi dari pekerja laki-laki. Pergantian tenaga kerja juga lebih sering terjadi dibandingkan pekerja perempuan. Selain itu, ditemukan pula kasus penggunaan obat golongan G yang dikenal sebagai “obat Aceh” di kalangan pekerja laki-laki. Zat ini termasuk obat keras yang penggunaannya di luar pengawasan medis dapat membahayakan keselamatan kerja.
Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah prioritas. Penggunaan zat terlarang tidak akan ditoleransi, dan pendekatan pembinaan akan terus diperkuat.
Isu perlindungan pekerja juga menjadi perhatian. Meski belum banyak laporan resmi, potensi pelecehan seksual tetap menjadi hal yang perlu diantisipasi. Pemkab mendorong seluruh perusahaan memiliki standar operasional perlindungan dan kanal aduan yang aman.
Industri: Produksi Butuh Ketekunan, Pintu Tetap Terbuka
HRD PT Osaga Mas Utama, Ery Iwang Wahyudi, menjelaskan bahwa pekerjaan di bagian produksi seperti menjahit dan assembling membutuhkan ketelitian dan konsistensi tinggi. “Menjahit butuh keuletan dan ketelitian. Maka yang paling cocok diisi oleh perempuan. Di bagian gudang, kami butuh tenaga yang kuat dan disiplin, dan itu biasanya diisi laki-laki,” ujar Ery saat dihubungi via pesan WhatsApp, Kamis (18/9/2025).
Tim Redaksi
