Portal Pantura, News Room – Kata “OK” atau “Oke” telah menjadi respons universal dalam percakapan sehari-hari di berbagai belahan dunia.
Kata ini bisa berfungsi sebagai verba, adjektiva, maupun nomina dalam kalimat.
Selain mengekspresikan persetujuan atau konfirmasi, “Oke” juga kerap dipakai untuk menyiratkan penerimaan atau kondisi “tidak bermasalah”.
Baca Juga:
Perbedaan PPPK Penuh dan Paruh Waktu ❯Namun, sejarah di balik kata singkat ini jarang dipahami publik.
Teori yang Berseliweran
Sejumlah teori mengklaim asal-usul “OK”. Ada yang menyebutnya berasal dari bahasa Choctaw (suku asli Amerika) “okeh” yang berarti “demikianlah”.
Teori lain mengaitkannya dengan inisial “Orrin Kendall”, merek biskuit yang dipasok untuk tentara Amerika Serikat (AS) pada Perang Saudara.
Namun, penelitian linguistik modern membantah klaim-klaim tersebut.
Misteri Terpecahkan di Era Digital
Pada 1963, ahli bahasa Allen Walker Read mengungkap asal muasal “OK” melalui studi arsip koran kuno.
Tim Redaksi
