Portal Pantura, Brebes – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Kabupaten Brebes mendapat penguatan personel. Sebanyak 25 prajurit dari Batalyon Infanteri 406/Candra Kusuma ditugaskan ke lokasi program di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, mulai Selasa (10/2/2026).
Penambahan pasukan ini bertujuan mempercepat penyelesaian target pembangunan yang telah ditetapkan Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes selaku penanggung jawab pelaksana di lapangan.
Dukungan untuk Pembangunan Terpadu
Komandan rombongan, Kapten Infanteri Suwarno, menegaskan penerjunan personelnya bukan sekadar menambah tenaga kerja. Lebih dari itu, kehadiran prajurit di tengah masyarakat menjadi strategi membangun kemanunggalan TNI-rakyat.
“Kehadiran prajurit di lapangan diharapkan mampu mempercepat penyelesaian target yang telah direncanakan. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun semangat gotong royong dan kebersamaan dengan warga,” kata Kapten Suwarno saat meninjau lokasi, Selasa.
Program TMMD merupakan kegiatan lintas sektoral yang mengintegrasikan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pembangunan pedesaan. Fokus utamanya mencakup peningkatan infrastruktur dasar dan pemberdayaan warga, terutama di wilayah yang masih tertinggal.
Antusiasme Warga Meningkat
Kepala Desa Cikuya mengapresiasi penambahan personel TNI dalam program ini. Menurutnya, keberadaan prajurit memberikan dampak positif terhadap motivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
“Warga merasa terbantu dan lebih termotivasi. Kehadiran TNI memberi energi positif, sehingga masyarakat ikut berpartisipasi dengan penuh semangat,” ungkapnya.
Di lapangan, tampak prajurit dan warga bekerja berdampingan mengerjakan berbagai proyek pembangunan. Atmosfer kebersamaan tercipta dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan fisik hingga interaksi sosial.
Program Fisik dan Nonfisik
TMMD ke-127 di Desa Cikuya tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur. Program ini juga melibatkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.
Kegiatan nonfisik dirancang untuk meningkatkan kapasitas warga di berbagai sektor, antara lain kesehatan, pendidikan, dan wawasan kebangsaan. Pendekatan holistik ini menjadi karakteristik TMMD yang dinilai efektif meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

