Portal Pantura – Sebuah kabar yang layak disambut dengan tepuk tangan bergema Rp60,95 miliar dana tambahan bakal siap digelontorkan mempercepat pembangunan infrastruktur Kabupaten Tegal.
Uang sebesar itu bukan datang tiba-tiba dari langit melainkan hasil efisiensi cerdas APBD yang dijalankan Bupati Ischak Maulana Rohman dan timnya.
Hemat belanja, kuat pembangunan itulah prinsip yang kini membuahkan hasil nyata.
Dan bukan sekadar janji di atas kertas puluhan ruas jalan rusak jadi prioritas akan diperbaiki, diperlebar dan bahkan diremajakan, Jalan berlubang? Trotoar jebol? Bersiaplah untuk sirna!
“Tambahan ini sangat berarti. Kita bisa menambah 30 paket pekerjaan baru dan Dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Teguh Dwijanto Rahardjo, Kepala DPUPR Kabupaten Tegal.
Saat blusukan di Kecamatan Pangkah, Selasa siang (24/6/2025), Teguh Dwijanto mengatakan, Jalan Rusak, Musuh Lama yang Akan Ditumbangkan
Anggaran tambahan ini langsung “disikat habis” untuk proyek-proyek vital diantaranya Jalingkos-Kendalserut Rp5,36 miliar
Lalu Balamoa-Pangkah dan Balamoa-Kemantran, masing-masing Rp4,86 miliar, Suradadi-Bader hingga Bader-Kedungjati: tak luput dari sentuhan
Bahkan jalan-jalan protokol seperti KH. Wahid Hasyim dan RP Suroso juga ikut diremajakan. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 30 proyek baru langsung dikebut tahun ini.
Tegal tak berhenti hanya disatu sisi dana daerah. Wakil Bupati Ahmad Kholid dengan sigap mengajukan 13 proyek strategis ke Kementerian PUPR.
Hasilnya? Empat ruas diprioritaskan, termasuk Jalingkos dan Yomani Guci, jalur penting menuju kawasan wisata unggulan.
“Ini bukan soal proyek, ini soal akses hidup warga. Kita ingin jalan yang mulus, irigasi yang lancar, dan pasar rakyat yang layak,” tegas Teguh.
Satu lagi kabar besar yang fenomenal yakni Bendungan Danawarih tengah direhabilitasi dengan dana Rp65 miliar!
Bendungan ini bukan sekadar dinding air ia adalah urat nadi pertanian lima kecamatan. Jika rampung, ribuan petani akan merasakan hasilnya.
Dan jangan lupakan pasar legendaris Tegal Pasar Adiwerna yang kini tengah diajukan untuk direvitalisasi besar-besaran.
Kebijakan efisiensi APBD bukan hanya lembaran angka dalam dokumen keuangan. Di tangan yang tepat akan menjadi alat perubahan.
Jalan yang tadinya rusak parah, pasar yang hampir mati suri, sawah yang kekeringan semuanya kini punya harapan baru.
Inilah bukti bahwa ketika pemimpin serius mengelola anggaran, tiap rupiah bisa menjadi bahan bangunan masa depan.***

