IKLAN
News

Akses Jalan TMMD di Cikuya Dorong Produktivitas Peternak dan Percepat Mobilitas Warga

Avatar photo
×

Akses Jalan TMMD di Cikuya Dorong Produktivitas Peternak dan Percepat Mobilitas Warga

Sebarkan artikel ini
Peternak melintasi jalan hasil program TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya yang kini dapat dilalui kendaraan.

Portal Pantura, – Program TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0713/ di Desa , Kecamatan , Kabupaten Brebes, membawa perubahan signifikan bagi aktivitas ekonomi warga. Pembangunan jalan desa yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini membuka akses transportasi yang lebih layak, terutama bagi para peternak.

Salah satu warga yang merasakan langsung dampaknya adalah Wahyo (56), peternak kambing asal Desa . Ia mengaku selama bertahun-tahun harus menghadapi medan berat setiap kali mencari pakan ternak. Jalan setapak yang licin dan berlumpur saat musim hujan membuat kendaraan tak bisa melintas.

“Kalau hujan turun, motor tidak mungkin lewat. Saya harus memanggul rumput di atas kepala sambil berjalan kaki,” ujar Wahyo saat ditemui, Rabu (25/2/2026).

iklan

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan. Ia beberapa kali terpeleset karena jalan yang licin dan tidak rata. Beban pakan yang berat semakin menyulitkan perjalanan pulang dari ladang.

Kini situasinya berbeda. Jalan yang sebelumnya berupa tanah berlumpur telah dibangun dan diratakan sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Perubahan infrastruktur ini memangkas waktu tempuh dan mempermudah distribusi hasil ternak maupun pengangkutan pakan.

“Sekarang sudah jauh lebih mudah. Bisa pakai motor, tidak perlu lagi memanggul. Waktu dan tenaga lebih hemat,” katanya.

Program Reguler ke-127 merupakan bagian dari upaya TNI untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Sasaran kegiatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti pembukaan dan pengerasan jalan, tetapi juga menyasar kegiatan nonfisik, antara lain penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.

Pembangunan jalan di Desa dinilai strategis karena wilayah tersebut sebelumnya tergolong memiliki akses terbatas, terutama saat musim penghujan. Kondisi infrastruktur yang kurang memadai berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian dan peternakan.

Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil bumi diharapkan menjadi lebih lancar. Petani dan peternak tidak lagi terkendala persoalan transportasi saat membawa hasil panen ke pasar. Selain itu, mobilitas warga untuk keperluan pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan sosial juga menjadi lebih efisien.

Warga setempat menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka berharap keberadaan jalan yang lebih layak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara bertahap. Infrastruktur yang memadai dinilai sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

sendiri merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, pembangunan di daerah terpencil atau tertinggal dapat dipercepat dengan mengedepankan semangat gotong royong.

Di Desa , keterlibatan warga terlihat sejak tahap awal pengerjaan. Masyarakat turut membantu proses pembangunan bersama personel TNI. Kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga memperkuat hubungan antara aparat dan warga.

Perbaikan jalan yang kini telah bisa dimanfaatkan menjadi bukti nyata dampak program tersebut. Bagi Wahyo dan peternak lainnya, akses jalan yang layak bukan sekadar sarana transportasi, melainkan penopang utama keberlangsungan usaha mereka.

Ke depan, warga berharap pembangunan serupa dapat terus berlanjut agar pemerataan infrastruktur di wilayah pedesaan semakin optimal. Dengan akses yang semakin terbuka, peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pun kian besar.***

Tim Redaksi

Imam Muzaki
Reporter Imam Muzaki
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki