“Pemandian air panas kami tutup sementara. Kondisinya tidak memungkinkan untuk dibuka,” tambahnya.
Langkah ini juga bertujuan meringankan beban warga yang harus melewati kawasan wisata untuk aktivitas sehari-hari. Dengan akses jembatan yang terputus, warga terpaksa mencari rute alternatif.
Koordinasi dengan Bupati
Ahmad Kholid menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Tegal untuk langkah penanganan lebih lanjut. Namun saat ini, Bupati Tegal sedang menjalankan ibadah umroh.
“Untuk langkah selanjutnya, kami tunggu Bupati kembali. Koordinasi penuh akan kami lakukan untuk pemulihan kawasan ini,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tegal akan menyusun rencana pemulihan komprehensif. Ini mencakup perbaikan infrastruktur jembatan, normalisasi objek wisata, dan evaluasi sistem drainase kawasan.
Dampak Ekonomi Lokal
Penutupan kawasan wisata Guci berdampak pada ekonomi lokal. Pedagang dan pelaku usaha pariwisata kehilangan pendapatan. Kawasan Guci merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Tegal yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Namun keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah memastikan kawasan dalam kondisi aman sebelum dibuka kembali untuk umum.
Antisipasi ke Depan
Tim gabungan terus memantau kondisi kawasan wisata Guci. Evaluasi kerusakan masih berlangsung. Petugas mencatat detail kerusakan untuk menyusun anggaran perbaikan.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang rusak. Potensi bencana susulan masih ada, mengingat curah hujan yang belum mereda.
Informasi terkini mengenai pembukaan kembali kawasan wisata Guci akan disampaikan melalui saluran resmi Pemkab Tegal.***

