Portal Pantura, Brebes – Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa kembali terlihat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes. Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, seorang prajurit senior dari Yonif 406/Candra Kusuma menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada instruksi, tetapi diwujudkan melalui tindakan langsung di lapangan.
Adalah Koptu Agus Suryatno, anggota Satgas TMMD 127, yang tampak aktif terlibat dalam proses pengecoran jalan desa, Kamis (26/2/2026). Di bawah terik matahari, ia memanggul karung semen dan membantu distribusi material bersama prajurit lain serta warga setempat.
Meski telah lama berdinas dan tergolong senior di satuannya, Koptu Agus tidak mengambil posisi sebagai pengawas semata. Ia justru memilih berada di tengah aktivitas fisik yang menguras tenaga. Baginya, keterlibatan langsung menjadi cara efektif menjaga semangat kerja tim sekaligus memastikan target pembangunan tercapai sesuai jadwal.
“Seorang senior seharusnya memberi contoh nyata kepada juniornya. Bukan hanya memerintah, tetapi ikut bekerja bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Pernyataan tersebut bukan sekadar formalitas. Di lokasi pembangunan, ia terlihat berbaur tanpa jarak dengan anggota yang lebih muda. Semangat kolektif pun terbentuk secara alami. Para prajurit junior mengaku termotivasi melihat senior mereka tetap berenergi dan konsisten bekerja di lapangan.
Program TMMD Reguler ke-127 di Brebes sendiri difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa, salah satunya pengecoran jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Cikuya. Jalan tersebut selama ini menjadi jalur penghubung aktivitas warga, baik untuk keperluan pendidikan, distribusi hasil pertanian, maupun mobilitas ekonomi lainnya.
Kehadiran personel dari Yonif 406/Candra Kusuma dalam program ini membawa nuansa disiplin dan etos kerja khas prajurit infanteri. Kolaborasi antara TNI dan warga desa menjadi fondasi utama percepatan pembangunan. Setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengangkutan material hingga proses perataan dan pengecoran.
Secara terpisah, salah satu warga Desa Cikuya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif prajurit TNI dalam pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, partisipasi langsung anggota Satgas TMMD tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Keterlibatan prajurit senior seperti Koptu Agus dinilai memberi dampak psikologis positif dalam tim. Kepemimpinan berbasis keteladanan dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang solid dan produktif. Dalam pekerjaan fisik seperti pengecoran jalan, kekompakan dan koordinasi menjadi faktor penentu agar hasil pekerjaan maksimal serta sesuai standar kualitas.
Program TMMD sendiri merupakan agenda terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga biasanya diisi dengan penyuluhan dan pembinaan masyarakat.
Untuk TMMD Reguler ke-127 di Brebes, pengecoran jalan Desa Cikuya menjadi salah satu sasaran utama. Pemerintah setempat berharap akses jalan yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi warga, memudahkan transportasi hasil bumi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan target penyelesaian tepat waktu, Satgas TMMD bersama masyarakat terus menggenjot pekerjaan setiap hari. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan di lapangan menjadi cerminan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kolaborasi dan kepedulian.
Di tengah dinamika pembangunan tersebut, sosok Koptu Agus Suryatno menjadi representasi prajurit yang mengedepankan pengabdian tanpa memandang pangkat maupun usia. Keteladanan yang ia tunjukkan mempertegas bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.***

