TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Alat Berat Mulai Beroperasi, Tim Harris Turino Turun Langsung ke Lokasi Banjir Kecamatan Bumiayu

×

Alat Berat Mulai Beroperasi, Tim Harris Turino Turun Langsung ke Lokasi Banjir Kecamatan Bumiayu

Sebarkan artikel ini
Alat Berat Mulai Beroperasi, Tim Harris Turino Turun Langsung ke Lokasi Banjir Kecamatan Bumiayu
Tim Balane Harris Turino bersama warga korban banjir di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Minggu (15/2/2026). Dua unit ekskavator mulai beroperasi untuk normalisasi Sungai Kali Keruh yang menyebabkan 13 rumah ambruk. Warga berharap tanah bersertifikat mereka dapat diselamatkan dan segera ditempati kembali. (Foto:Iemzet)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan memasuki tahap eksekusi pada Minggu (15/2/2026). Dua unit ekskavator yang dikirim oleh Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Harris Turino, S.H., M.Si., MM., mulai beroperasi untuk menangani dampak yang menghancurkan puluhan rumah warga.

Tim Balane Harris Turino wilayah Brebes Selatan berkumpul pukul 08.30 WIB di basecamp Tenaga Ahli Jefry Arsya Robby, Perumahan Permata B19, Jalan Lingkar . Setelah doa bersama, tim langsung bergerak menuju titik bencana di Desa Dukuhturi RT 05 RW 01, salah satu wilayah terparah yang terdampak luapan Sungai Kali Keruh.

13 Korban Rumah Ambruk, Warga Kehilangan Tempat Tinggal

iklan

Bejo, salah satu korban yang rumahnya roboh akibat , menceritakan dengan raut wajah sedih bagaimana bencana melanda pemukiman mereka. “Ada 13 rumah yang hilang, ambruk terdampak Kali Keruh. Kami berharap ini segera bisa ditangani agar bisa kembali ditempati,” ujarnya.

Bejo menekankan bahwa tanah yang mereka tinggali bukan lahan Daerah Aliran Sungai (DAS), melainkan tanah bersertifikat milik warga. “Ini tanah kami yang bersertifikat. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Harris Turino atas bantuan alat berat yang sudah diturunkan,” tambahnya.

Kondisi di lapangan memperlihatkan kerusakan parah akibat derasnya air yang membawa material dari hulu sungai. Rumah-rumah hancur, lahan pertanian terendam, dan infrastruktur desa rusak berat.

Tokoh Masyarakat Desak Penyelamatan Tanah Warga

Fami Fachrudin, tokoh masyarakat Brebes Selatan yang ikut bergabung dalam kegiatan Tim Balane Harris Turino, menyampaikan keprihatinannya terhadap penanganan bencana yang belum terkoordinasi dengan baik.

“Dalam dua pekan terakhir, saya mengamati alat-alat yang turun bekerja tanpa konsep yang jelas. Saya berharap semua pejabat terkait, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat, fokus pada penyelamatan tanah warga,” tegas Fami.

Ia menegaskan bahwa tanah yang menjadi korban adalah tanah Sertifikat Hak Milik (SHM), bukan lahan sungai. “Harus dipikirkan strategi dan cara yang mendasar. Jangan sampai mengabaikan tanah warga yang menjadi korban. Ini yang harus menjadi dasar pemikiran dalam menyelamatkan dan membantu korban bencana,” imbuhnya.

Normalisasi Sungai Harus Segera Dianggarkan

Drs. Ridwan Ceper, koordinator utama Tim Balane Harris Turino, mendesak pemerintah yang membidangi urusan sungai untuk segera menganggarkan normalisasi Sungai Kali Keruh.

“Ini keadaan darurat. Pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam membela warga yang sedang terdampak bencana . Normalisasi sungai harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Ridwan.

Sementara itu, Samsul Bayur selaku koordinator lapangan menjelaskan tujuan operasi alat berat yang dilakukan hari ini. “Berdasarkan kebutuhan di lapangan, hari ini kami menurunkan alat berat di dua lokasi: Desa Dukuhturi di area Kali Keruh dan Desa Adisana. Alat berat akan beroperasi selama dua hari ke depan,” jelasnya.

Tim Menyusuri Aliran Sungai

Kegiatan berjalan sesuai rencana. Tim Balane Harris Turino menyusuri aliran Kali Keruh untuk melihat langsung dampak dan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.

“Kami bisa melihat secara langsung bagaimana hebatnya air saat mengamuk, membawa material dari hulu. Kerusakan yang terjadi sangat parah dan membutuhkan penanganan serius,” ujar salah satu anggota tim.

Selain normalisasi sungai, tim juga mengidentifikasi titik-titik kritis yang memerlukan penanganan segera, termasuk perbaikan tanggul dan pengerukan material yang menumpuk di dasar sungai.

Kerja Nyata untuk Rakyat

Kehadiran Tim Balane Harris Turino di lokasi bencana menjadi bukti nyata keberpihakan kepada rakyat. Operasi alat berat yang dimulai hari ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko susulan.

“Politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang kehadiran nyata ketika rakyat membutuhkan. Kami akan terus mengawal upaya pemulihan ini bersama rekan-rekan di DPR RI,” tegaskan Harris Turino melalui Tenaga Ahli, Jefry Arsya Robby. .

Warga Desa Dukuhturi dan Adisana kini menaruh harapan besar agar pemerintah pusat dan daerah dapat segera mengambil langkah konkret, tidak hanya untuk pemulihan jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang berupa pembangunan bendungan dan normalisasi sungai yang komprehensif.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki