Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak setempat. Di sela kegiatan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sejumlah anak terlihat antusias mendekati anggota Satgas untuk sekadar berfoto bersama.
Momen tersebut terjadi di lokasi perbaikan rumah milik Rahmawati, salah satu penerima manfaat program RTLH. Saat anggota Satgas beristirahat sejenak dari pekerjaan, belasan anak Desa Cikuya mendekat dengan penuh rasa ingin tahu. Mereka bergantian meminta foto bersama sambil menanyakan berbagai hal tentang seragam dan tugas prajurit TNI.
Sertu Solekudin, anggota Satgas TMMD yang terlibat dalam pengerjaan RTLH, mengaku awalnya terkejut dengan kedatangan anak-anak tersebut. Namun suasana segera berubah menjadi hangat dan penuh canda.
“Awalnya saya kira ada apa, ternyata mereka ingin foto bersama dan bertanya soal seragam tentara. Mereka terlihat sangat antusias dan tidak canggung,” ujarnya, Sabtu (21/02/2026).
Interaksi sederhana itu menjadi gambaran kedekatan antara TNI dan masyarakat, khususnya generasi muda di pedesaan. Kehadiran prajurit di tengah warga bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga figur yang menginspirasi.
Beberapa anak bahkan secara spontan mengungkapkan cita-cita mereka untuk menjadi anggota TNI. Mereka mengaku termotivasi setelah melihat langsung para prajurit bekerja memperbaiki rumah warga dan membangun fasilitas desa.
“Saya ingin jadi tentara supaya bisa membantu orang dan menjaga kampung,” ujar salah seorang anak dengan nada mantap.
Program TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes sejak 10 Februari 2026 memang menyasar berbagai sektor pembangunan. Selain rehabilitasi RTLH, kegiatan fisik lainnya meliputi pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter, program TNI Manunggal Air, pembuatan MCK, hingga pemasangan instalasi listrik bagi warga yang membutuhkan.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Warga turut bergotong royong membantu pengerjaan proyek, menciptakan suasana kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Kolaborasi tersebut mempercepat progres pekerjaan sekaligus mempererat hubungan sosial.
Di tengah aktivitas pembangunan yang cukup menguras tenaga, interaksi dengan anak-anak desa menjadi penyemangat tersendiri bagi para prajurit. Kehadiran mereka di lokasi proyek menghadirkan suasana ceria yang mampu mengurangi kelelahan.
Program TMMD sendiri merupakan agenda rutin TNI AD yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, TMMD juga mengemban misi sosial, termasuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan nilai patriotisme di kalangan generasi muda.
Di Desa Cikuya, dampak program ini mulai terasa, baik secara fisik maupun sosial. Rumah warga yang sebelumnya kurang layak kini dalam proses perbaikan, akses jalan diperbaiki, dan fasilitas dasar mulai dibangun. Sementara itu, kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menghadirkan pengalaman langsung bagi anak-anak tentang arti pengabdian dan kerja keras.
Bagi warga Desa Cikuya, TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan momentum kebersamaan yang menumbuhkan harapan baru. Bagi anak-anak, momen sederhana seperti berfoto bersama prajurit menjadi pengalaman berharga yang menanamkan mimpi dan cita-cita.
Melalui kegiatan ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun optimisme dan inspirasi bagi generasi penerus bangsa di wilayah pelosok.***

