Portal Pantura, Brebes – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, resmi beroperasi. Anggota DPR RI Shanty Alda meresmikan fasilitas sanitasi berbasis masyarakat tersebut pada Sabtu (29/11/2025).
Peresmian ditandai pengguntingan pita. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sanitasi di wilayah dataran tinggi Brebes.
Harapan Lingkungan Lebih Sehat
Shanty Alda, anggota Komisi yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup, dan Investasi, menekankan pentingnya IPAL bagi kualitas lingkungan desa.
“Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan IPAL ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Legislator PDI Perjuangan ini berharap fasilitas dapat meningkatkan kualitas air. Lingkungan yang lebih bersih dan sehat menjadi target utama.
“Saya berharap warga Desa Mendala bisa memperoleh air yang lebih baik dan lingkungan yang semakin sehat,” tambahnya.
Bantuan Kementerian Lingkungan Hidup
Pembangunan IPAL merupakan bantuan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI. Fasilitas ini memperkuat sistem sanitasi di wilayah dataran tinggi seperti Mendala.
Selama ini, daerah tersebut membutuhkan peningkatan sarana pengelolaan air limbah. Kehadiran IPAL diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Data Mencengangkan Pencemaran Air
Usai peresmian, Shanty Alda menghadiri sosialisasi Program Berbasis Masyarakat Pembangunan Infrastruktur Hijau di Rumah Makan Kalisalak, Sirampog. Hadir pula perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.
Dalam sosialisasi, politisi ini menyoroti kondisi lingkungan Indonesia yang memprihatinkan.
“Indonesia ini kaya sekali dengan sumber daya alamnya, dan kaya akan limbahnya juga,” ungkapnya.
Data yang disampaikan cukup mengejutkan. Saat ini 75 persen air di Indonesia sudah tercemar. Setiap hari ada 14 ribu ton limbah tinja yang dihasilkan.
“Hampir 50 dari 1.000 angka kematian disebabkan diare akibat air tercemar,” tegasnya.
Ajakan Jaga Kualitas Air
Shanty mengingatkan masyarakat agar menjaga kualitas air. Pemanfaatan IPAL secara optimal menjadi kunci mencegah pencemaran.
“Jangan sampai air kita tercemar oleh limbah,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur sanitasi memberikan manfaat jangka panjang. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Indonesia bersih lahir dari desa yang bersih, Indonesia sehat lahir dari desa yang sehat,” tandasnya.
Pentingnya Keberlanjutan Program
Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta menjaga keberlanjutan fasilitas IPAL. Fungsi optimal fasilitas ini penting untuk pembangunan lingkungan lebih sehat di Brebes.
Kerja sama semua pihak diperlukan agar program sanitasi berbasis masyarakat ini berhasil. IPAL Desa Mendala diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah.***

