Portal Pantura, Brebes – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 melaksanakan apel pagi sebelum memulai kegiatan pembangunan di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (11/2/2026). Kegiatan rutin tersebut tidak sekadar menjadi agenda formal, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kesiapan personel sekaligus penguatan komitmen untuk mempercepat penyelesaian berbagai sasaran fisik.
Apel diikuti oleh seluruh unsur Satgas TMMD yang terdiri dari prajurit Kodim 0713/Brebes, Yonif 406/CK, Yon Zipur 5, Sat Radar 214 Tegal, serta Pos TNI AL Kluwut. Kegiatan dipimpin oleh Danramil 14/Banjarharjo, Kapten Inf Agus Widodo, yang bertugas sebagai Perwira Pengawas di lokasi TMMD.
Dalam arahannya, Kapten Agus Widodo menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, kekompakan, serta semangat kerja selama pelaksanaan program. Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga oleh koordinasi dan kerja sama yang solid antar personel.
Ia mengingatkan bahwa sejumlah sasaran fisik yang tengah dikerjakan membutuhkan ketelitian dan kecepatan, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penataan fasilitas umum yang diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat desa.
“Apel pagi menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel siap bekerja secara optimal. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, kita harapkan seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Selain pengecekan kesiapan personel, apel pagi juga digunakan untuk menyampaikan pembagian tugas harian, penekanan aspek keselamatan kerja, serta evaluasi singkat terhadap progres pekerjaan yang telah dicapai pada hari sebelumnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ritme pekerjaan agar tetap konsisten dan terarah.
Usai pelaksanaan apel, seluruh personel Satgas TMMD langsung bergerak menuju titik-titik pekerjaan yang telah ditentukan. Beberapa kelompok melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung, sementara kelompok lainnya fokus pada kegiatan rehabilitasi rumah warga dan perbaikan sarana umum.
Kehadiran program TMMD di Desa Cikuya mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Selain membantu percepatan pembangunan fisik, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara TNI dan warga melalui semangat gotong royong yang terus dijaga selama pelaksanaan program.
Sejumlah warga tampak turut membantu pekerjaan di lapangan, baik dalam bentuk tenaga maupun dukungan logistik sederhana. Partisipasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Program TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Tujuannya tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang tepat sasaran.

