Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes tak hanya menyasar pembangunan infrastruktur. Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, kegiatan non-fisik berupa edukasi dan penguatan karakter bagi pelajar juga menjadi prioritas.
Suasana berbeda tampak di SD Negeri Cikuya 01, Selasa (24/02/2026). Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi motivasi dan dialog interaktif yang dipandu langsung oleh Koptu Hendra, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo yang tergabung dalam Satgas TMMD.
Kehadiran prajurit TNI di tengah lingkungan sekolah dasar tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Tidak sekadar menyampaikan materi formal, Koptu Hendra memilih pendekatan komunikatif melalui cerita inspiratif dan diskusi ringan bersama anak-anak.
Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan pentingnya disiplin, semangat belajar, serta rasa cinta terhadap tanah air. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia mengajak siswa untuk berani bermimpi dan tekun menempuh pendidikan sebagai bekal masa depan.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, semangat belajar, serta memperkenalkan bahwa TNI selalu hadir dan dekat dengan masyarakat,” ujar Koptu Hendra di sela kegiatan.
Siswa-siswi tampak duduk melingkar dengan penuh perhatian. Beberapa kali terdengar tawa ketika sesi tanya jawab berlangsung. Interaksi yang cair membuat suasana belajar terasa santai namun tetap bermakna.
Kegiatan di SDN Cikuya 01 merupakan bagian dari sasaran non-fisik dalam TMMD Reguler ke-127. Selain membangun akses jalan dan infrastruktur desa, Kodim 0713/Brebes juga menaruh perhatian pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di wilayah sasaran program.
TMMD sendiri merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah. Pada pelaksanaan kali ini, Desa Cikuya menjadi salah satu titik kegiatan, dengan fokus pada peningkatan akses jalan serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif di sekolah, Satgas TMMD ingin memastikan bahwa dampak program tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara sosial dan psikologis. Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas.
Kepala SD Negeri Cikuya 01 menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi tambahan bagi siswa sekaligus memperluas wawasan mereka tentang peran TNI di masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif. Anak-anak menjadi lebih mengenal TNI dan mendapatkan dorongan semangat untuk belajar lebih giat. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Program edukasi yang dikemas secara sederhana namun komunikatif dinilai efektif dalam membangun kedekatan antara aparat dan pelajar. Melalui cerita-cerita inspiratif, nilai nasionalisme dan kedisiplinan ditanamkan tanpa kesan menggurui.
Di tengah upaya percepatan pembangunan desa, pendekatan humanis seperti ini menjadi pelengkap yang penting. Pembangunan fisik membuka akses dan peluang, sementara pembangunan karakter menyiapkan generasi penerus untuk memanfaatkannya secara optimal.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD Reguler ke-127 diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi Desa Cikuya, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusianya.***

