Luthfi menegaskan pembangunan tanggul permanen menjadi prioritas. Langkah ini untuk mencegah banjir berulang dan melindungi permukiman warga.
Sodetan Jebol Jadi Pemicu
Ahmad Yani menyebut banjir kali ini dipicu jebolnya sodetan Sungai Keruh di wilayah Penggarutan. Sodetan tersebut berfungsi sebagai jalur darurat mengurangi risiko luapan ke permukiman.
“Kondisi ini menunjukkan penanganan sementara belum cukup,” kata Ahmad Yani.
Ia menekankan sedimen sungai harus dikeruk dan dibuang jauh. Jika hanya dipinggirkan, sedimen akan menumpuk kembali.
“Kalau hanya dipinggirkan, akan menumpuk lagi dan banjir akan terulang,” tambahnya.
Dampak ke Ekonomi dan Pendidikan
Banjir tidak hanya menghambat mobilitas warga. Aktivitas ekonomi dan pendidikan juga terdampak.
Sejumlah warga kesulitan beraktivitas karena akses keluar masuk desa terbatas. Fasilitas pendidikan dilaporkan terendam genangan air.
Warga berharap penanganan permanen segera terealisasi. Banjir Sungai Keruh sudah berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Pemprov Jateng kini fokus pada penanganan darurat. Pembangunan tanggul permanen dijadwalkan segera dimulai setelah proses administrasi selesai.
Warga Desa Adisana terus dipantau dan didampingi oleh relawan serta aparat setempat. Bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga terdampak.***

