TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Banjir Sungai Keruh Adisana Brebes: Bupati Paramitha Lapor Gubernur Luthfi Minta Tambah Alat Berat

×

Banjir Sungai Keruh Adisana Brebes: Bupati Paramitha Lapor Gubernur Luthfi Minta Tambah Alat Berat

Sebarkan artikel ini
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau lokasi banjir di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Rabu (4/2/2026). Paramitha menyerahkan bantuan kepada warga terdampak dan melaporkan kondisi banjir langsung ke Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melalui video call. Banjir akibat luapan Sungai Keruh ini merendam jalan utama yang menghubungkan tujuh pedukuhan.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau lokasi banjir di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Rabu (4/2/2026). Paramitha menyerahkan bantuan kepada warga terdampak dan melaporkan kondisi banjir langsung ke Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melalui video call. Banjir akibat luapan Sungai Keruh ini merendam jalan utama yang menghubungkan tujuh pedukuhan.
IKLAN
Ukuran teks

Luthfi menegaskan pembangunan tanggul permanen menjadi prioritas. Langkah ini untuk mencegah berulang dan melindungi permukiman warga.

Sodetan Jebol Jadi Pemicu

Ahmad Yani menyebut kali ini dipicu jebolnya sodetan Sungai Keruh di wilayah Penggarutan. Sodetan tersebut berfungsi sebagai jalur darurat mengurangi risiko luapan ke permukiman.

“Kondisi ini menunjukkan penanganan sementara belum cukup,” kata Ahmad Yani.

iklan

Ia menekankan sedimen sungai harus dikeruk dan dibuang jauh. Jika hanya dipinggirkan, sedimen akan menumpuk kembali.

“Kalau hanya dipinggirkan, akan menumpuk lagi dan akan terulang,” tambahnya.

Dampak ke Ekonomi dan Pendidikan

tidak hanya menghambat mobilitas warga. Aktivitas ekonomi dan pendidikan juga terdampak.

Sejumlah warga kesulitan beraktivitas karena akses keluar masuk desa terbatas. Fasilitas pendidikan dilaporkan terendam genangan air.

Warga berharap penanganan permanen segera terealisasi. Sungai Keruh sudah berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Kabupaten bersama Pemprov Jateng kini fokus pada penanganan darurat. Pembangunan tanggul permanen dijadwalkan segera dimulai setelah proses administrasi selesai.

Warga Desa terus dipantau dan didampingi oleh relawan serta aparat setempat. Bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga terdampak.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P