Portal Pantura, Semarang – Gedung Gradhika Bhakti Praja di Semarang menjadi saksi pertemuan strategis antara Gubernur Jawa Tengah dan jajaran Komisi II DPR RI, Sabtu (7/3/2026). Dalam balutan suasana Ramadhan, keduanya menggelar Safari Ramadhan sekaligus buka puasa bersama yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga sarat agenda koordinasi pembangunan.
Kegiatan ini berlangsung pada hari-hari awal bulan suci Ramadhan, menjadikannya momen yang dinilai tepat untuk mempererat hubungan kerja antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain dihadiri pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI, acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah.
Bukan Sekadar Buka Puasa
Dalam sambutan yang disampaikannya, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi II DPR RI yang dipilih bertepatan dengan bulan Ramadhan. Menurutnya, momen ini membuka ruang komunikasi yang lebih cair dan inklusif antara legislatif pusat dan eksekutif daerah.
“Momen buka puasa bersama ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ruang diskusi yang inklusif untuk menyelaraskan program strategis nasional dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah,” kata Gubernur di hadapan para tamu undangan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pertemuan semacam ini memiliki nilai lebih dari sekadar seremoni. Koordinasi yang terjalin secara langsung antara wakil rakyat di tingkat nasional dengan kepala daerah diyakini dapat mempercepat realisasi program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Jawa Tengah.
Komisi II DPR RI dan Urusan Pemerintahan Daerah
Komisi II DPR RI memiliki lingkup kerja yang berkaitan langsung dengan urusan pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, serta reformasi birokrasi. Kunjungan ke Jawa Tengah menjadi bagian dari fungsi pengawasan sekaligus penyerapan aspirasi daerah yang menjadi tugas konstitusional lembaga legislatif.
Dalam konteks ini, pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah bukan hanya bersifat seremonial. Diskusi yang berlangsung diharapkan menghasilkan masukan konkret mengenai kendala dan kebutuhan daerah, khususnya dalam implementasi kebijakan nasional di lapangan.
Sholat Maghrib Berjamaah Pererat Silaturahmi
Selain agenda formal, rangkaian acara juga diisi dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah. Momen ini dinilai mampu mempererat hubungan antarinstansi secara lebih personal, melampaui sekat-sekat protokoler yang kerap mewarnai pertemuan resmi pemerintahan.
Suasana khidmat yang tercipta sepanjang acara mencerminkan semangat Ramadhan sebagai bulan yang mendorong refleksi, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai kolektif, termasuk dalam konteks pelayanan negara kepada masyarakat.
Sinergi Pusat-Daerah di Tengah Tantangan Pembangunan
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keselarasan antara kebijakan nasional dan kondisi nyata di daerah. Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, menghadapi kompleksitas pembangunan yang membutuhkan dukungan regulasi dan anggaran dari pusat.
Tim Redaksi
