Portal Pantura – Kegagalan akan proyek pembangunan di Kabupaten Tegal kembali menjadi sorotan tajam. Persatuan Jasa Konstruksi (Perjakon) Kabupaten Tegal menilai, banyaknya proyek bermasalah bukan semata faktor teknis, melainkan lemahnya koordinasi antar kontraktor di lapangan.
Hal tersebut mengemuka dalam acara buka puasa bersama Kamis 26/2/2026 para penyedia jasa konstruksi se-Kabupaten Tegal yang digelar pada Kamis (26 Februari 2026) di Hotel Grand Dian, Slawi.
Rosa, salah satu perwakilan kontraktor, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa buruknya komunikasi menjadi biang keladi kegagalan sejumlah proyek.
“Banyak pembangunan di Tegal gagal murni karena tidak adanya koordinasi antar kontraktor. Inilah pentingnya kita bersatu dalam satu wadah organisasi. Perjakon Tegal hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” tegasnya.
Ia menilai, tanpa adanya forum bersama, para pelaku jasa konstruksi berjalan sendiri-sendiri sehingga rawan terjadi miskomunikasi hingga tumpang tindih pekerjaan.

Ketua Perjakon Tegal, Ery Siwanto, dalam sambutannya menyampaikan peringatan keras kepada seluruh anggota. Ia meminta agar pola kerja eksklusif akan segera ditinggalkan dan diganti dengan semangat kolaborasi.
“Saya menghimbau seluruh penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Tegal menjalin kerja sama yang baik dengan pihak eksternal, khususnya media, LSM, dan ormas. Jangan anti kritik. Jadikan mereka mitra,” ujar Ery.
Menurutnya, keterlibatan media, lembaga swadaya masyarakat bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai kontrol sosial demi terciptanya transparansi, kelancaran proyek, serta meminimalisir potensi gesekan di tengah masyarakat.
Acara yang dihadiri puluhan pengusaha dan pelaku jasa konstruksi dari berbagai wilayah di Kabupaten Tegal tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan sektor infrastruktur Tegal agar lebih solid, profesional, berkualitas di masa mendatang.***
Tim Redaksi
