Selain beras lokal hasil serapan petani, Bulog juga memiliki cadangan beras impor yang didatangkan pemerintah. Beras-beras tersebut berasal dari Vietnam, Thailand, hingga Pakistan.
“Jika sewaktu-waktu ada perintah untuk menyalurkan beras dalam program SPHP atau bantuan pangan, maka stok impor ini yang akan kami pakai,” tegas Agung.
Peran Strategis Bulog
Dengan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, Bulog terus aktif menyerap gabah petani agar harga tidak anjlok saat panen raya. Di sisi lain, ketersediaan stok juga dijaga untuk mendukung program-program pangan pemerintah.
Melalui penyerapan maksimal dan koordinasi lintas sektor, Bulog Tegal berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas pasar beras nasional. Target 90 ribu ton bukan hanya angka, tapi bagian dari upaya konkret membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.***
Tim Redaksi
