Portal Pantura, Brebes – Kemeriahan pesta rakyat terbesar di Brebes selatan kembali menyapa warga. Gelaran Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 dijadwalkan resmi dibuka pada Jumat sore, 28 Agustus 2026, berlokasi di Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dijadwalkan hadir langsung untuk membuka agenda tahunan yang berlangsung hingga 12 September 2026 mendatang.
Dua hari jelang pembukaan, atmosfer kemeriahan sudah mulai terasa. Sejumlah pekerja sibuk menyelesaikan penataan panggung utama dan instalasi wahana hiburan di seluruh sudut lapangan.
Hadirkan Wahana Baru yang Seru dan Edukatif
GBF 2026 tahun ini membawa kejutan segar bagi pengunjung dari kalangan keluarga dan anak-anak. Untuk pertama kalinya, panitia menghadirkan wahana dinosaurus dan perosotan pelangi.
Wahana dinosaurus menyajikan replika hewan purba yang dapat bergerak serta mengeluarkan suara, memberikan pengalaman edukasi yang interaktif. Sementara itu, perosotan pelangi siap menguji adrenalin pengunjung dengan seluncuran warna-warni yang memanjakan mata.
Selain dua wahana baru tersebut, sajian permainan klasik favorit masyarakat tetap memadati area lapangan:
- Sisi Selatan: Panggung utama megah berdiri menghadap utara, diapit wahana ikonik Bianglala dan Kora-kora.
- Sisi Barat: Terpajang rapi Komidi Putar, Ombak Banyu, serta Ontang-anting.
- Sisi Timur: Menjadi pusat sensasi baru lewat kehadiran replika Dinosaurus, Perosotan Pelangi, dan Rumah Hantu.
Ruang Informasi, Promosi, dan Ekspresi Seni Lokal
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH., MH., menyampaikan bahwa perhelatan tahun ini melibatkan sekitar 185 stan yang diisi oleh para pedagang UMKM, dinas/OPD, serta instansi pemerintah.
“GBF ini akan menjadi wahana informasi, promosi, sekaligus hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Edi saat ditemui di lokasi persiapan, Rabu (26/8/2026).
Tidak hanya mengandalkan pasar malam dan wahana permainan, GBF 2026 juga berkomitmen mengangkat potensi seni daerah. Setiap sore hari menjelang pertunjukan utama malam, panggung GBF akan diisi oleh pentas seni pelajar dan komunitas kebudayaan lokal.
“Kami ingin GBF ini menjadi ruang bersama bagi para pelajar dan kelompok masyarakat lainnya untuk menampilkan potensinya di bidang kesenian,” tambah Edi.

