Portal Pantura, Brebes – Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes menjadi lokasi aksi unjuk rasa ratusan buruh hari ini. Mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes tahun 2026.
Sebanyak 250 massa dari Federasi Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SEBUMI) dan Federasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) turun ke jalan. Aksi berlangsung dari pukul 07.00 hingga 14.30 WIB.
282 Personel Amankan Jalannya Demo
Polres Brebes menurunkan 282 personel untuk mengamankan aksi. Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah memimpin langsung pengamanan sejak awal hingga akhir kegiatan.
Pengamanan dimulai saat massa berkumpul di PT GEI Pejagan Tanjung. Konvoi 150 unit sepeda motor dan dua mobil komando menuju KPT Brebes dikawal ketat oleh Satlantas Polres Brebes.
Barikade dipasang di depan kantor KPT saat orasi berlangsung. Namun tetap humanis, memfasilitasi buruh menyampaikan aspirasi mereka dengan leluasa.
Tiga Tuntutan Utama Buruh
Para buruh menyuarakan tiga tuntutan pokok kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.
Pertama, naikkan UMK Brebes 2026 menjadi Rp 3,5 juta. Angka ini jauh di atas UMK 2025 yang hanya Rp 2,2 juta.
Kedua, gunakan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) dalam perhitungan pengupahan tahun 2026. Ketiga, hapus sistem outsourcing di Kabupaten Brebes.
“Kami hanya meminta upah yang manusiawi. Upah yang bisa membuat buruh hidup layak di Kabupaten Brebes,” ujar salah satu koordinator aksi.
“Kalau buruh sejahtera, ekonomi daerah ikut bergerak,” tambahnya.
UMK Brebes Masih Terendah di Jateng
Tuntutan kenaikan upah ini bukan tanpa alasan. UMK Brebes 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 2.239.802 menempatkan Brebes sebagai salah satu daerah dengan upah terendah di Jawa Tengah.
Para buruh menegaskan upah saat ini tidak cukup memenuhi kebutuhan pokok. Apalagi bagi buruh yang sudah berkeluarga.
Angka Rp 3,5 juta disebut realistis untuk mengeluarkan buruh dari kemiskinan ekstrem. Target mereka menciptakan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Audiensi dengan Penjabat Bupati Berjalan Lancar
Puncak aksi adalah audiensi dengan Penjabat (Plh) Bupati Brebes. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) serta Kapolres Brebes.
Kapolres turut mendengarkan langsung aspirasi buruh. Dialog antara pemerintah daerah dan serikat pekerja berjalan konstruktif tanpa insiden.
Setelah kesepakatan dicapai dan aspirasi ditandatangani pejabat daerah, massa membubarkan diri dengan tertib. Pembubaran juga dikawal polisi hingga peserta kembali ke titik awal.
“Alhamdulillah, kegiatan aksi unjuk rasa hari ini berjalan aman dan kondusif,” kata Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah.
“Ini menunjukkan komitmen bersama antara aparat keamanan dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban umum saat menyampaikan aspirasi,” tambahnya.
Komitmen Jaga Kamtibmas
Kehadiran ratusan personel polisi bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kapolres menegaskan setiap warga berhak menyampaikan aspirasi dengan cara demokratis.
Polres Brebes memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama konvoi. Tidak ada gangguan berarti di jalan raya sepanjang aksi berlangsung.
Aksi unjuk rasa buruh Brebes kali ini menjadi contoh penyampaian aspirasi yang tertib. Koordinasi antara massa aksi, pemerintah daerah, dan aparat keamanan berjalan solid.
Kini, bola ada di tangan Pemkab Brebes untuk menindaklanjuti tuntutan para buruh. Terutama soal kenaikan UMK 2026 yang menjadi harapan ratusan ribu pekerja di Brebes.***

