TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Warga Adisana Alami Krisis Air Bersih, PDAM Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Perbaikan Pipa

×

Warga Adisana Alami Krisis Air Bersih, PDAM Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Perbaikan Pipa

Sebarkan artikel ini
Alat berat jenis ekskavator bekerja menggali jalur pipa distribusi air bersih di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (10/2/2026). PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu menurunkan dua unit ekskavator untuk mempercepat perbaikan jaringan pipa yang rusak akibat banjir bandang. Pipa ditanam pada kedalaman 200 sentimeter dengan penguatan struktur untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang. (Foto: Portal Pantura/Imam Muzaki)
Alat berat jenis ekskavator bekerja menggali jalur pipa distribusi air bersih di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (10/2/2026). PDAM Tirta Baribis Unit Bumiayu menurunkan dua unit ekskavator untuk mempercepat perbaikan jaringan pipa yang rusak akibat banjir bandang. Pipa ditanam pada kedalaman 200 sentimeter dengan penguatan struktur untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang. (Foto: Portal Pantura/Imam Muzaki)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Lebih dari sepekan pasca bandang, ribuan warga Desa , Kecamatan , Kabupaten Brebes, masih berjibaku dengan krisis air bersih. Kerusakan parah pada jaringan pipa distribusi akibat terjangan material dan perubahan kontur tanah memaksa PDAM Tirta Baribis mengerahkan dua unit ekskavator untuk mempercepat pemulihan layanan.

Pimpinan Unit PDAM Tirta Baribis , H. Muflikhin, ST., menegaskan pihaknya bekerja maksimal mengatasi kerusakan infrastruktur yang tergolong masif. “Tingkat kerusakan cukup berat. Pipa tertimbun material dan struktur tanah berubah drastis. Makanya kami turunkan alat berat untuk penggalian dan penataan ulang jalur distribusi,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).

Perbaikan Ikuti Standar Teknis Ketat

Muflikhin menjelaskan, proses perbaikan tidak semata mengganti pipa rusak, tetapi juga menerapkan standar teknis lebih ketat. Pipa ditanam pada kedalaman 200 sentimeter disertai penguatan struktur pendukung untuk meminimalkan risiko kerusakan serupa di masa mendatang.

iklan

“Medan kerja sangat menantang. Sisa material masih berserakan, akses terbatas, ditambah cuaca tidak menentu. Tapi tim kami terus berupaya agar target penyelesaian pekan ini bisa tercapai,” tambahnya.

Warga Andalkan Sumber Air Alternatif

Krisis ini memukul aktivitas keseharian ribuan jiwa. Ibu rumah tangga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber alternatif yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.

Kepala Dusun I , Masrukhan Fauzi, mengimbau warga tetap sabar menanti proses perbaikan. “Tim sudah bekerja keras di lapangan. Kami optimis distribusi air segera normal kembali,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dewi Wahyuni, relawan Tim Emak Bergerak yang turun membantu warga terdampak, menyoroti dampak serius krisis ini terhadap kaum perempuan. “Air bersih adalah nyawa rumah tangga. Ketika pasokan terhenti, beban ibu-ibu berlipat ganda. Mereka harus memutar otak mencari air sambil mengurus keluarga,” ungkap Dewi.

Bantuan Air Didistribusikan Bertahap

Untuk meringankan beban warga, pemerintah desa bersama relawan dan berbagai pihak menggelar distribusi air bersih secara bertahap. Prioritas diberikan pada wilayah terparah dan kelompok rentan seperti lansia serta balita.

Namun, bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan harian seluruh warga. Beberapa kepala keluarga masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air atau memanfaatkan sumur warga lain.

Ujian Ketahanan Infrastruktur Daerah Rawan Bencana

Krisis di menjadi catatan penting tentang urgensi penguatan infrastruktur dasar di wilayah rawan bencana. Kerusakan jaringan air bersih bukan hanya mengganggu layanan publik, tetapi berdampak luas pada kesehatan, sanitasi, bahkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga berharap perbaikan tuntas tanpa hambatan signifikan. “Kami butuh kepastian kapan air mengalir lagi. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Sumarno (48), salah satu warga terdampak.

Bagi masyarakat , aliran air bersih yang kembali normal bukan sekadar pemulihan layanan utilitas. Lebih dari itu, ini adalah langkah awal memulihkan normalitas kehidupan yang sempat lumpuh akibat terjangan bencana.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki