Portal Pantura, Brebes – Ancaman longsor tebing Sungai Pedes terus menghantui warga Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Erosi sungai yang terus menggerus tebing membuat permukiman warga dalam kondisi kritis.
Hingga saat ini, empat rumah dinyatakan tidak layak huni akibat longsor. Dua di antaranya milik Tahroni dan Kasori yang sebagian konstruksinya sudah ambruk terbawa arus sungai.
Kondisi terparah terjadi pada Natal 2024. Sebuah rumah ikut terbawa longsoran tebing di malam hari. Kejadian itu memaksa warga segera mengevakuasi barang berharga ke lokasi aman.
Dana Swadaya Terkuras, Alat Berat Berhenti Beroperasi
Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Tonjong, Aditya Wibowo, mengatakan warga berinisiatif menormalisasi sungai secara swadaya. Mereka menghimpun dana untuk menyewa alat berat.
“Seluruh biaya sewa alat berat, operator, hingga bahan bakar dari iuran masyarakat sudah habis. Sumber dana tambahan tidak tersedia lagi,” kata Aditya.
Akibat keterbatasan dana, alat berat harus berhenti beroperasi sebelum pekerjaan selesai. Normalisasi sungai terpaksa terhenti di tengah jalan.
Tanggul Darurat Jebol, Warga Gotong Royong Pasang Trucuk Bambu
Situasi makin memprihatinkan pada Selasa sore (30/12/2024). Tanggul darurat yang dibangun warga jebol diterjang banjir.
Tidak ingin menyerah, warga Dukuh Karang Jati bergotong royong memasang trucuk bambu ampel sebagai penahan darurat. Mereka juga mengisi batu ke dalam bronjong melalui kerja bakti.
Semua pekerjaan dilakukan dengan keterbatasan. Tanpa alat memadai, warga hanya bermodalkan tenaga dan kepedulian bersama.
Tim Redaksi
