Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat. Di balik aktivitas pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat sosok warga yang dengan tulus memberikan dukungan melalui cara sederhana namun bermakna.
Dialah Ibu Antem (41), seorang petugas kebersihan Kantor Desa Cikuya. Di sela rutinitasnya, ia menyempatkan diri membantu membersihkan Pos Komando Taktis (Poskotis) TMMD yang menjadi pusat aktivitas Satgas di desa tersebut.
Pada Sabtu (21/2/2026), Ibu Antem terlihat menyapu halaman dan merapikan area Poskotis. Meski tugas resminya terbatas pada lingkungan kantor desa, ia secara sukarela memperluas tanggung jawabnya demi menjaga kenyamanan tempat para prajurit beristirahat dan berkoordinasi.
“Ini yang bisa saya lakukan untuk membantu bapak-bapak TNI. Dengan menjaga kebersihan posko, saya ingin menyampaikan terima kasih karena mereka sudah membangun desa kami,” ujar Ibu Antem saat ditemui di lokasi.
Baginya, keterlibatan tersebut bukan sekadar pekerjaan tambahan. Ia mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai warga Desa Cikuya, tempat ia lahir dan tumbuh. Pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD dinilainya membawa dampak nyata bagi akses dan aktivitas masyarakat.
Program TMMD Reguler ke-127 sendiri difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa, termasuk perbaikan jalan dan fasilitas penunjang lainnya. Kehadiran Satgas TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga membangun interaksi sosial yang erat.
Sejumlah personel Satgas TMMD mengapresiasi kepedulian Ibu Antem. Mereka menilai dukungan warga, sekecil apa pun, menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan tugas. Kebersihan dan kerapian Poskotis dinilai membantu menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan kondusif.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian warga. Dukungan seperti ini membuat kami semakin termotivasi,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa TMMD bukan semata proyek pembangunan fisik, melainkan wadah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Gotong royong yang tercermin dari partisipasi warga menjadi fondasi penting dalam setiap tahapan kegiatan.
Di Desa Cikuya, semangat tersebut tampak nyata. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang membantu menyediakan konsumsi, ada pula yang terlibat langsung dalam kerja bakti.
Kehadiran Ibu Antem menjadi gambaran bahwa kontribusi tidak selalu harus besar atau mencolok. Tindakan sederhana seperti menyapu dan merapikan ruangan justru memperlihatkan nilai kepedulian dan rasa memiliki terhadap program yang sedang berjalan.
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim Brebes masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI dan masyarakat secara terpadu. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan target pembangunan, tetapi juga meninggalkan jejak kebersamaan yang berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, kolaborasi antara aparat dan warga menjadi kunci percepatan sekaligus penguatan kohesi sosial. Apa yang dilakukan Ibu Antem menjadi cerminan bahwa semangat gotong royong tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.
Melalui TMMD, pembangunan fisik memang menjadi sasaran utama. Namun, nilai kebersamaan dan solidaritas yang tumbuh di lapangan sering kali menjadi hasil paling berharga. Desa Cikuya kini tidak hanya menyaksikan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menguatnya ikatan antara TNI dan rakyat yang terjalin lewat aksi-aksi sederhana penuh makna.***

