TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Di Tengah Hutan Cikuya, Satgas Kodim 0713/Brebes Rebus Air Sederhana Demi Tuntaskan Pembangunan Jalan

×

Di Tengah Hutan Cikuya, Satgas Kodim 0713/Brebes Rebus Air Sederhana Demi Tuntaskan Pembangunan Jalan

Sebarkan artikel ini
Anggota Satgas TMMD 127 Kodim 0713/Brebes merebus air dengan tungku batu saat istirahat pengerjaan jalan di Desa Cikuya, Banjarharjo, Brebes.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Komitmen personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 Kodim 0713/ kembali terlihat di medan perbukitan Desa , Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten . Di tengah keterbatasan fasilitas dan jauhnya akses air bersih, para prajurit tetap menjaga stamina dengan cara sederhana: merebus air menggunakan ketel seadanya di atas tungku batu saat waktu istirahat.

Memasuki pekan kedua pelaksanaan program yang digelar sejak 10 Februari 2026 itu, progres pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter terus dikebut. Lokasi pekerjaan yang berada di kawasan hutan dan cukup jauh dari permukiman warga membuat anggota Satgas harus beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 14 Banjarharjo, Kapten Infanteri Agus W., menjelaskan bahwa tantangan utama bukan hanya soal kontur tanah yang berbukit, tetapi juga keterbatasan sarana penunjang di lokasi.

iklan

“Medannya cukup berat dan jauh dari sumber air bersih maupun fasilitas warga. Untuk efisiensi waktu, anggota memilih merebus air langsung di lokasi kerja. Dengan begitu, pekerjaan tidak terganggu,” ujarnya saat ditemui di area pembukaan jalan, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kemandirian prajurit di lapangan. Ketimbang harus bolak-balik menuju perkampungan yang memakan waktu dan tenaga, personel memanfaatkan material sekitar, seperti batu dan ranting kayu, untuk membuat tungku darurat.

Di sela pengerjaan, terlihat sejumlah anggota Satgas bersama warga duduk di bawah rindangnya pepohonan. Ketel logam kecil diletakkan di atas susunan batu, sementara api dari ranting kering menyala perlahan. Air panas yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menyeduh kopi atau teh sebagai penghangat tubuh.

Pemandangan itu menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam program lintas sektoral tersebut. Selain mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses perataan tanah, pekerjaan juga dilakukan secara manual melalui gotong royong.

Hingga akhir pekan ini, progres fisik pembukaan jalan dilaporkan telah mencapai sekitar 57 persen. Jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut dirancang menjadi akses penghubung area perkebunan warga menuju jalan utama kecamatan. Selama ini, hasil pertanian masyarakat harus melewati jalur setapak yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Salah satu warga yang turut membantu pengerjaan mengaku merasakan suasana kebersamaan yang kuat selama pelaksanaan . Ia menilai, kerja bersama di tengah keterbatasan justru mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Walaupun sederhana, minum kopi di tengah hutan seperti ini terasa berbeda. Ada semangat kebersamaan dan perjuangan,” katanya.

Program Reguler ke-127 merupakan bagian dari agenda terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain sasaran fisik berupa infrastruktur jalan, kegiatan ini juga biasanya diisi dengan penyuluhan dan kegiatan nonfisik lainnya.

Kodim 0713/ optimistis seluruh target pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sebelum penutupan bulan depan. Keberadaan jalan baru tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga Desa dan sekitarnya.

Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat pantang menyerah para personel Satgas menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan di wilayah terpencil membutuhkan dedikasi, kerja sama, dan ketangguhan. Tungku batu dan ketel sederhana di tengah hutan pun menjadi saksi bagaimana pembangunan terus berjalan, meski dalam kondisi serba terbatas.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki