TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Diduga Disusupi Kelompok Anarko, Unjuk Rasa di Pati Mulai Memanas

×

Diduga Disusupi Kelompok Anarko, Unjuk Rasa di Pati Mulai Memanas

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura — Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan massa di Alun-Alun Pati sejak Rabu pagi mengalami eskalasi ketegangan pada siang hari.

Massa yang awalnya menyampaikan aspirasi secara damai terkait kebijakan pemerintah mulai menunjukkan tindakan agresif, termasuk melempari aparat dengan botol air mineral.

Dilansir dari siaran resmi Humas Polres Tegal, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Dandim 0718 Pati turun langsung ke lokasi guna meredam ketegangan dan mencegah terjadinya bentrokan antara peserta aksi dan aparat.

iklan

“Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan  fokus menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Kombes Jaka Wahyudi di sela-sela pengamanan.

Namun, suasana mulai memanas saat sebagian peserta aksi melemparkan benda ke arah aparat yang berjaga.

Petugas mengedepankan pendekatan persuasif untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak kondusif.

Dugaan penyusupan oleh kelompok anarko pun mencuat. Sejumlah individu terlihat memprovokasi massa agar bertindak anarkis.

Aparat gabungan TNI-Polri langsung meningkatkan pengawasan serta melakukan identifikasi terhadap pihak-pihak yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Kami mohon peserta aksi tidak terpengaruh oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi  kepentingan tertentu. Mari kita jaga Pati tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolresta.

Pengamanan di sekitar Alun-Alun Pati diperketat. Petugas gabungan membentuk barikade di titik-titik strategis,

Namun Kapolresta juga memastikan pendekatan pengamanan tetap akan dilakukan secara humanis proporsional.

“Kami hadir bukan untuk membungkam suara rakyat, melainkan  memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib,” tambahnya.

Kombes Jaka Wahyudi  mengingatkan penting menjaga semangat demokrasi dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan sampai aksi yang seharusnya menjadi wujud demokrasi justru berubah menjadi kerusuhan merugikan semua pihak,” pungkasnya.***

Cahyo

Terbaru dari Cahyo