Portal Pantura, Brebes – Aktivitas anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, tidak hanya diisi dengan pekerjaan fisik di lapangan. Sebelum memulai kegiatan, seluruh personel terlebih dahulu diwajibkan sarapan pagi sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesiapan fisik. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (11/2/2026).
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan terlihat di salah satu rumah warga yang menjadi tempat menginap anggota Satgas. Di rumah milik Miftahul (35), para prajurit tampak menikmati hidangan sederhana sambil berbincang ringan sebelum berangkat menuju lokasi pekerjaan. Momen tersebut tidak hanya menjadi waktu untuk mengisi energi, tetapi juga mempererat hubungan antara personel dan masyarakat setempat.
Pasiter Kodim 0713/Brebes, Kapten Arh Suryadi, menegaskan bahwa sarapan pagi merupakan bagian penting dari rutinitas yang harus dijalankan oleh seluruh anggota Satgas. Menurutnya, pekerjaan fisik yang dilakukan dalam program TMMD membutuhkan kondisi tubuh yang prima agar setiap tahapan kegiatan dapat berjalan lancar dan aman.
Ia menjelaskan, menjaga kesehatan personel merupakan prioritas, mengingat kegiatan di lapangan sering kali berlangsung dalam waktu lama dengan tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Asupan makanan di pagi hari, kata dia, menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi selama bekerja.
“Kami mengingatkan seluruh anggota agar tidak melewatkan sarapan. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, pekerjaan seberat apa pun akan lebih mudah diselesaikan,” ujar Suryadi.
Program TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Di Desa Cikuya, sejumlah sasaran fisik tengah dikerjakan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga perbaikan fasilitas umum yang diharapkan dapat meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
Kegiatan sarapan bersama juga mencerminkan kedekatan antara Satgas dan masyarakat. Warga yang rumahnya digunakan sebagai tempat menginap kerap ikut membantu menyiapkan kebutuhan harian para prajurit, termasuk makanan. Interaksi tersebut menciptakan suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah.
Miftahul, pemilik rumah yang ditempati beberapa anggota Satgas, mengaku senang dapat berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran TNI di desanya tidak hanya membawa manfaat dari sisi pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan warga.
“Kami merasa terbantu sekaligus bangga bisa ikut mendukung kegiatan ini, walaupun hanya dengan menyediakan tempat dan membantu menyiapkan makanan,” katanya.
Selain faktor kesehatan, disiplin menjalankan rutinitas seperti sarapan pagi juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan kebersamaan di lingkungan Satgas. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini mampu membangun semangat kerja, kekompakan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

