Portal Pantura – Pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia.
Banyak anak berkebutuhan khusus belum mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan layak, pendampingan belajar, maupun layanan terapi.
Keterbatasan fasilitas, minimnya tenaga pendamping, serta tingginya biaya terapi menjadi faktor utama yang menghambat potensi tumbuh kembang mereka.
Guna mengatasi persoalan ini, sinergi dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas akses pendidikan ramah disabilitas.
Program Sekolah Inklusi ANTAM Dongkrak Prestasi Anak
Langkah nyata dalam mendorong kesetaraan ini diambil oleh sejumlah anggota Grup MIND ID di wilayah operasional mereka.
Salah satunya adalah program yang diinisiasi oleh UBPP Logam Mulia ANTAM melalui Program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur.
Selama satu tahun, sebanyak enam anak penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan intensif untuk mengasah aspek akademik dan kepercayaan diri.
Program ini menyediakan fasilitas penunjang modern seperti laptop, ruang belajar yang nyaman, hingga pelatihan keterampilan praktis.
Para peserta dibekali keahlian menjahit serta menyablon hingga mampu memproduksi tas dan tempat pensil secara mandiri.
Intervensi ini membuahkan hasil positif dengan adanya peningkatan kemampuan kognitif peserta hingga mencapai 80-90 persen.

