UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

DPRD Jateng Gunakan Seni Tradisional untuk Sosialisasi Kebijakan Publik

Avatar photo
×

DPRD Jateng Gunakan Seni Tradisional untuk Sosialisasi Kebijakan Publik

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, – DPRD Jawa Tengah menggunakan pendekatan baru dalam menyampaikan kebijakan publik. Mereka memanfaatkan media tradisional dan kesenian lokal sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional” digelar di Gedung Dakwah Aisyiyah Cabang Tonjong, Minggu (26/10/2025). Acara ini menghadirkan H. Sururul Fuad, Lc., M.E.I, anggota Komisi E DPRD Jateng sekaligus Sekretaris Fraksi PKS.

Dialog Langsung dengan Masyarakat

Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kepala desa, perwakilan Kecamatan Tonjong, Kementerian Agama, hingga tokoh agama dan pelaku seni lokal.

iklan

“Ini program yang sangat bagus karena membuka ruang dialog,” kata Sururul Fuad.

Menurutnya, DPRD punya tanggung jawab menyampaikan kebijakan di berbagai sektor. Mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kebudayaan.

“Sekaligus kami mendengarkan langsung masukan dan kritik dari masyarakat,” tambahnya.

Tujuannya sederhana. Agar kebijakan yang dibuat lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan rakyat.

Seni Lokal Jadi Sarana Efektif

Sururul Fuad menekankan pentingnya media tradisional dalam penyampaian kebijakan. Kesenian rakyat bukan sekadar hiburan. Ia juga sarana efektif menyampaikan pesan publik.

“Kami berkolaborasi dengan media tradisional yang ada di daerah,” jelasnya.

Pendekatan ini juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Pemerintah ingin warisan lokal tetap hidup dan relevan di tengah modernisasi.

“Ini bagian dari pendampingan pemerintah dalam nguri-uri budaya,” ujar politisi PKS tersebut.

Pertunjukan Seni Pukau Penonton

Kegiatan dimeriahkan berbagai penampilan seni lokal. Sanggar Seni Budaya Jawa Damilin Mekar Melati dari Desa Kutayu tampil dengan tarian tradisional khas .

Gerak dan irama mereka jadi simbol semangat pelestarian budaya. Tak lekang oleh waktu.

Grup qasidah dari berbagai desa di Kecamatan Tonjong juga turut meramaikan. Mereka tampil dengan kostum warna-warni dan lirik religius berisi pesan moral.

Para penonton tampak antusias. Beberapa warga menilai pendekatan ini lebih efektif ketimbang sosialisasi konvensional.

“Lebih akrab dan membumi,” kata salah satu peserta.

Harapan Jadi Program Rutin

Penyelenggara berharap kegiatan serupa bisa rutin diadakan. Terutama di daerah pedesaan yang sering luput dari sosialisasi kebijakan.

“Kebijakan pemerintah tidak hanya berhenti di meja birokrasi,” kata panitia.

Dengan cara ini, informasi benar-benar sampai ke masyarakat akar rumput.

Imron Rosyadi, Kepala Desa Kutayu, menilai positif pendekatan ini. “Budaya adalah sarana komunikasi sosial yang sangat kuat,” katanya.

Jika dikolaborasikan dengan kebijakan publik, hasilnya lebih efektif. Masyarakat bisa memahami, mengkritisi, bahkan terlibat dalam pembangunan.

Komunikasi Publik Lebih Humanis

Kegiatan ini sejalan dengan prioritas pembangunan Jawa Tengah. Pelestarian budaya lokal jadi salah satu fokus utama.

Melalui acara seperti ini, masyarakat tak hanya dapat hiburan. Mereka juga memperoleh pengetahuan tentang arah pembangunan daerah.

Pendekatan budaya yang kreatif membuat komunikasi publik lebih humanis. Juga lebih partisipatif.

DPRD Jateng membuktikan bahwa kebijakan bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Tanpa mengurangi esensi dan substansinya.

Inovasi ini bisa jadi contoh bagi daerah lain. Bahwa sosialisasi kebijakan tak harus kaku dan formal.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P