UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Erosi Kali Pedes Ancam Permukiman Warga Tonjong, Empat Rumah Tak Bisa Ditempati

×

Erosi Kali Pedes Ancam Permukiman Warga Tonjong, Empat Rumah Tak Bisa Ditempati

Sebarkan artikel ini
Tebing kali Pedes yang terus tergerus aliran sungai mengancam rumah warga diatasnya. Foto: Ist.
Tebing kali Pedes yang terus tergerus aliran sungai mengancam rumah warga diatasnya. Foto: Ist.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Erosi Sungai  Pedes terus mengancam permukiman warga Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten . Hingga Rabu malam (25/12/2024), empat rumah dinyatakan tidak layak huni atau tidak bisa ditempati lagi akibat gerusan air sungai yang kian mendekat.

Dua rumah milik warga bernama Tahroni dan Kasori termasuk yang paling terdampak. Mereka terpaksa mengevakuasi barang-barang berharga ke lokasi aman. Sebagian rumahnya sudah ambruk terbawa arus sungai.

Warga Panik Selamatkan Harta Benda

Sejak sore hingga malam Nata Rabu (24/12/2025), suasana bantaran Kali Pedes dipenuhi kepanikan. Warga bergotong royong mengangkat lemari, kasur, dan peralatan dapur. Tebing sungai terus runtuh sedikit demi sedikit.

iklan

“Bagian belakang rumah sudah habis terkikis. Dapur tidak bisa dipakai lagi. Kami takut kalau malam hujan lagi,” kata Tahroni.

Kasori menambahkan, jarak rumahnya dengan bibir sungai kini tinggal beberapa meter. “Kami tidak berani tidur nyenyak. Setiap ada suara air deras langsung panik,” ujarnya.

Berawal dari Hujan Deras 21 Desember 2025

Bencana ini bermula pada Minggu (21/12/2024). Hujan lebat mengguyur wilayah hulu Kali Pedes lebih dari dua jam. Debit air naik drastis dan mulai menggerus tebing di sepanjang Desa Tonjong.

Sejak hari itu, kondisi sungai tidak kembali normal. Arah aliran berubah dan mendekat ke permukiman. Setiap hari terjadi longsoran kecil. Hingga Natal, kerusakan mencapai tingkat kritis.

“Awalnya longsor kecil saja. Tapi sejak hujan Minggu itu, sungai terus makan tanah. Sekarang rumah sudah tidak aman,” ungkap Kasori.

Empat Rumah Rusak Parah

Data sementara mencatat empat rumah terdampak parah dan tak dapat dihuni. Beberapa rumah lain berstatus terancam karena jarak dengan sungai tinggal hitungan meter.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran. Apalagi jika hujan turun lagi. Warga takut terjadi longsor susulan atau banjir bandang di malam hari yang membahayakan nyawa.

Selain rumah tinggal, akses jalan desa juga mulai terancam. Jika tebing terus longsor, mobilitas warga akan terganggu.

Tuntut Penanganan Darurat

Masyarakat bersama pemerintah desa telah melaporkan kondisi ini ke berbagai instansi. Warga meminta penanganan darurat, terutama pengiriman alat berat untuk mengalihkan alur sungai sementara.

“Ini bukan soal pembangunan biasa, tapi penyelamatan. Kalau tidak segera ditangani, rumah lain bisa hilang,” kata perwakilan warga, Agus.

Menurut warga, penanganan cepat diperlukan untuk mencegah bencana lebih besar. Kali Pedes dikenal memiliki aliran deras saat musim hujan.

Mereka mengusulkan penggunaan excavator untuk membuat tanggul darurat atau mengubah arah aliran air agar tidak langsung menghantam permukiman.

Natal dalam Kecemasan

https://vt.tiktok.com/ZSPTLksoc/

Di saat sebagian masyarakat merayakan Natal dengan damai, warga bantaran Kali Pedes justru diliputi kecemasan. Malam Natal tahun ini menjadi malam berat bagi Tahroni, Kasori, dan warga lainnya.

Mereka harus bergiliran berjaga mengawasi kondisi sungai. Anak-anak ketakutan setiap mendengar suara gemuruh air.

“Kami tidak minta apa-apa, hanya ingin rumah aman dan anak-anak tidak ketakutan,” tutur salah satu warga.

Beberapa keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Namun sebagian tetap bertahan untuk menjaga sisa harta benda.

Harapan pada Pemerintah

Warga berharap Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Jawa Tengah segera turun tangan. Mereka menilai kondisi ini sudah masuk kategori darurat bencana.

“Sungai ini dulu sumber kehidupan kami. Sekarang justru jadi ancaman. Kami mohon segera ada tindakan nyata,” kata warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penanganan darurat di lokasi bencana.

Warga terus memantau perkembangan kondisi sungai sambil berharap bantuan segera datang sebelum hujan berikutnya tiba.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P