Portal Pantura – Suara sorak sorai dan ketegangan kompetisi digital mewarnai ruang-ruang sekolah di Kabupaten Tegal. Namun, yang berlangsung bukan sekadar turnamen gim biasa.
Di balik layar monitor dan strategi permainan, tersimpan misi yang lebih besar: membangun generasi muda yang kreatif, sportif, dan bertanggung jawab di era digital.
Melalui ajang Esports Series 2026, Polres Tegal menghadirkan pendekatan berbeda. Tidak hanya jalankan fungsi keamanan, tetapi juga aktif membina dan merangkul pelajar agar menyalurkan minat mereka ke arah yang positif.
Kegiatan kualifikasi digelar di dua wilayah, yakni Kecamatan Bojong dan Kecamatan Adiwerna.
Puluhan pelajar dari berbagai sekolah ambil bagian, menunjukkan tinggi antusiasme terhadap dunia esports yang kian populer.
Di SMK Hasyim Asy’ari Bojong dan SMK Bhakti Praja Adiwerna, suasana kompetisi berlangsung dinamis. Sebanyak 19 tim di masing-masing lokasi saling adu strategi, kecepatan, dan kekompakan.
Namun menariknya, turnamen ini tidak semata-mata berorientasi pada titik kemenangan.
Melalui perwakilan Kapolsek, kegiatan ini ditegaskan sebagai ruang edukatif. Para pelajar tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar tentang sportivitas, etika digital, dan tanggung jawab sosial.
Esports pun dijadikan jembatan untuk masuk ke dunia generasi muda bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pembinaan karakter.
Pesan tersebut diperkuat melalui deklarasi kamtibmas yang dibacakan bersama. Para peserta berkomitmen menjauhi berbagai perilaku negatif,
Mulai dari hoaks, perundungan, perjudian online, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba. Langkah ini menjadi simbol penting dalam membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar.
Hasil kualifikasi melahirkan para juara. Di Bojong, tim Liquid Dubo keluar sebagai pemenang, disusul Hasri Power Squad dan IPS Improv.
Sementara di Adiwerna, tim DBM Lucifer memimpin, diikuti Santos dan TSM 4. Para pemenang akan melaju ke babak grand final di tingkat Polres.
Namun lebih sekadar hasil pertandingan, kegiatan ini menegaskan upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Di tengah kekhawatiran terhadap dampak negatif dunia digital, langkah ini menjadi contoh bahwa teknologi tidak harus dijauhi, melainkan diarahkan.
Dengan pendekatan humanis, Polres Tegal menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda dapat dilakukan secara inklusif dan kreatif.
Esports yang kerap dipandang sebelah mata justru dimanfaatkan sebagai sarana membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai positif.
Di era ketika layar digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas.
Masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang mereka gunakan, tetapi oleh bagaimana mereka menggunakannya.***

