Portal Pantura, Brebes – Forum Lalu Lintas Kabupaten Brebes menggelar inspeksi mendadak (ramp check) terhadap kelayakan armada bus di Terminal Tipe B Tanjung, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 menjelang arus mudik Lebaran.
Tim Gabungan Periksa 10 Armada Bus
Pemeriksaan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi. Di antaranya Satlantas Polres Brebes, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, UPPD, dan Jasa Raharja.
Target inspeksi adalah armada Bus Dedy Jaya yang beroperasi melayani penumpang antarkota.
Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Ada empat aspek yang menjadi fokus utama.
“Kami periksa kelengkapan administrasi seperti STNK dan SIM pengemudi. Lalu komponen utama kendaraan seperti rem, lampu, dan kondisi ban,” ujarnya di lokasi pemeriksaan.
Kesehatan Pengemudi Jadi Prioritas
Selain kelayakan teknis kendaraan, tim juga memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi. Petugas dari Dinas Kesehatan melakukan tes tensi darah, pemeriksaan urin, dan cek gula darah.
“Kesehatan sopir sangat penting untuk keselamatan berkendara. Kondisi fisik yang prima akan mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” jelas Ahmad Zainurrozaq.
Aspek penunjang keselamatan lainnya turut diperiksa. Termasuk kelengkapan perlengkapan darurat dan standar operasional kendaraan angkutan umum.
Satu Bus Gagal Uji Kelayakan
Dari 10 armada yang diperiksa, sembilan unit dinyatakan layak beroperasi. Namun satu armada gagal memenuhi standar keselamatan.
Bus tersebut kedapatan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam kondisi kedaluwarsa. Petugas langsung memberikan peringatan kepada pengelola armada.
“Kami minta pengelola segera ganti APAR yang sudah kedaluwarsa. Kendaraan baru boleh beroperasi setelah melengkapi standar keselamatan,” tegasnya.
Pengelola armada diwajibkan memperbaiki kekurangan tersebut sebelum kendaraan kembali mengangkut penumpang.
Glorifikasi Keselamatan untuk Pengemudi
Selain inspeksi, petugas memberikan edukasi keselamatan kepada para pengemudi bus. Mereka diajak menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
Tujuannya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan umum. Brebes menjadi jalur strategis yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.
“Sopir bus harus paham tanggung jawab mereka. Nyawa penumpang ada di tangan mereka,” kata Ahmad Zainurrozaq.

