Portal Pantura, Slawi – Sebuah insiden pengeroyokan brutal menggemparkan kawasan wisata dan publik Taman Rakyat Slawi Ayu, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. Peristiwa kekerasan massal tersebut menimpa seorang pemuda asal Maluku bernama Subarno Keliobas yang menjadi sasaran amuk sekelompok orang tak dikenal.
Korban yang berusia 21 tahun itu mendadak diserang secara membabi buta saat sedang menikmati waktu luang bersama rekan-rekannya di ruang publik tersebut. Serangan mendadak ini meninggalkan luka fisik serta trauma mendalam bagi korban yang merasa tidak pernah memiliki musuh di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa kelam itu terjadi pada Jumat 23 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kawasan Taman Rakyat Slawi Ayu yang biasanya ramai dan santai mendadak berubah menjadi arena kekerasan yang mencekam.
Saat kejadian berlangsung, korban bersama dua orang temannya tengah duduk santai di area sisi barat atau bagian belakang taman. Ketiganya menikmati suasana malam sambil menyeruput kopi tanpa menaruh kecurigaan sedikit pun terhadap potensi ancaman di sekitar mereka.
Situasi di sekitar lokasi mendadak memanas setelah sekelompok orang yang berada tidak jauh dari posisi mereka terlibat perselisihan internal. Kelompok tersebut tampak bersitegang satu sama lain sebelum salah satu dari mereka memilih meninggalkan area taman.
Pria yang diketahui berambut panjang itu sempat pergi meninggalkan kelompoknya untuk beberapa saat sebelum kembali ke lokasi kejadian. Tidak tanggung-tanggung, kedatangan keduanya kali ini disertai oleh sekitar sepuluh orang rekan tambahan.
Tanpa basa-basi, gerombolan massa tersebut langsung merangsek maju mendatangi tempat korban dan teman-temannya duduk. Ketegangan meningkat drastis ketika aksi lempar batu mulai terjadi dan mengenai bagian punggung salah satu rekan korban.
Puncak kekerasan terjadi saat pria berambut panjang yang datang bersama rombongan langsung menarik pakaian Subarno secara agresif. Bersamaan dengan provokasi tersebut, salah satu anggota kelompok melayangkan pukulan keras dari arah belakang hingga korban tersungkur ke tanah.
Meskipun korban sudah jatuh tak berdaya, para pelaku justru semakin brutal dengan terus menghujani tubuh korban menggunakan pukulan tangan kosong dan injakan. Subarno yang berada dalam posisi terpojok tidak mampu memberikan perlawanan menghadapi serangan masif tersebut.
Melihat rekannya dianiaya secara brutal, kedua teman korban langsung berinisiatif memberikan pertolongan darurat. Mereka menarik Subarno menjauh dari lokasi pengeroyokan hingga akhirnya berhasil menyelamatkan diri menuju kawasan Desa Kaliwadas.

