Portal Pantura, Brebes – Upaya pelestarian lingkungan terus digelorakan masyarakat Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Rabu (18/2/2026), warga bersama sejumlah unsur kelembagaan melakukan penanaman 1.000 bibit pohon pinus dan kopi di lahan Perum Perhutani Petak 25 Kretek, wilayah Pekalongan Barat.
Kegiatan ini merupakan inisiatif swadaya para pesanggem atau penggarap lahan Perhutani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Seluruh pembiayaan pembelian bibit berasal dari partisipasi masyarakat Desa Pandansari sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian hutan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan LMDH, pesanggem, LSM Gempur, Pemerintah Desa Pandansari, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila, organisasi bela diri Setia Hati Terate (SH Terate), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta masyarakat sekitar.
Teguh, selaku petugas keamanan LMDH wilayah Desa Pandansari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari kesadaran warga. “Ini adalah inisiatif para pesanggem. Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Pandansari. Anggaran untuk pembelian bibit sepenuhnya berasal dari swadaya mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Natun dari LSM Gempur turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan penanaman pohon ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan berbagai elemen dapat berjalan efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi langkah warga dan para pesanggem yang secara swadaya menginisiasi kegiatan ini. Ini contoh positif bahwa kesadaran menjaga hutan tumbuh dari bawah, bukan semata program formal,” kata Natun.
Menurutnya, pola pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat seperti ini perlu terus didorong agar kawasan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Secara ekologis, kombinasi tanaman pinus dan kopi dinilai mampu menciptakan tutupan lahan yang lebih baik. Pohon pinus berfungsi sebagai tanaman konservasi yang membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi, terutama di wilayah perbukitan. Sementara itu, tanaman kopi memiliki nilai ekonomis dan dapat tumbuh optimal di bawah naungan, sehingga mendukung sistem agroforestri yang berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, pengembangan tanaman kopi di lahan Perhutani membuka peluang tambahan penghasilan bagi pesanggem. Hasil panen ke depan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani hutan tanpa mengabaikan aspek konservasi.
Di tempat terpisah Kepala Desa Pandansari menyatakan dukungannya terhadap gerakan penghijauan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara berkala. Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi komitmen bersama.

