Portal Pantura — Terik sinar matahari tidak menyurutkan semangat ratusan pelajar di Kabupaten Tegal. Di tengah lapangan suara sorak-sorai terdengar bersahut-sahutan.
Anak-anak berlarian, menghindar dan lalu menghadang, dalam permainan yang mungkin dulu hanya dimainkan saat istirahat sekolah Gobak Sodor.
Di sisi lain lapangan, sepasang kaki kecil tampak berusaha menjaga keseimbangan di atas dua bilah bambu tinggi.
Gelak tawa penonton menyambut setiap langkah lincah atau jatuh dari para pemain Egrang seperti kata pepatah, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri.”
Bukan hanya permainan, inilah bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar dengan semangat tradisi.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari usaha kita menjaga jati diri bangsa lewat budaya,” ujar Firman Haryo Susilo, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal (DKDKT), yang ditemui di sela acara.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Tahun ini, lomba diikuti oleh sekitar 80 tim dengan total 620 atlet pelajar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA/SMK.
Tidak hanya menguji fisik, permainan di lapangan Pemkab Tegal seperti Gobak Sodor dan Egrang juga menuntut strategi, keseimbangan, dan kerja sama tim
Dan juga nilai-nilai yang sejatinya menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa dan dapat menjadi pembelajaran para siswa.
Gobak Sodor sendiri adalah permainan yang menuntut kekompakan tim. Para pemain harus bekerja sama menembus garis pertahanan lawan yang dijaga ketat.

Egrang, permainan yang berasal dari tradisi Jawa, menantang pemain untuk menjaga keseimbangan berjalan di atas bambu setinggi lutut hingga pinggang.
Pihak DKDKT juga bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk menyediakan uang pembinaan bagi para juara, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan agar tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini adalah bentuk nyata dari pelestarian budaya menyambungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada anak-anak bangsa.
Untuk diketahui selain diinisiasi oleh DKDKT kegiatan lomba Gobak Sodor dan Egrang memdapat dukungan dari Wakil Ketua Bapemperda Prov Jawa Tengah H. Masfui Masduki.***
Tim Redaksi
