“Momentum ini untuk menjadikan Desa Kalijurang lebih religi,” ungkap Edi Riyanto.
Menurutnya, peringatan HSN bukan sekadar seremonial. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan semangat hari santri, Edi berharap warga semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai Islam. Religiusitas diharapkan menjadi karakter kuat masyarakat Kalijurang.
Lomba Keagamaan Meriahkan Peringatan
Sebelum upacara puncak digelar, berbagai kegiatan telah berlangsung. Panitia mengadakan serangkaian perlombaan untuk menyemarakkan HSN 2025.
Lomba hadroh menjadi salah satu kompetisi yang digelar. Para peserta menampilkan kebolehan mereka dalam seni musik islami ini.
Selain hadroh, lomba solo vokal juga diperlombakan. Peserta menunjukkan kemampuan vokal mereka dengan menyanyikan lagu-lagu bernuansa religi.
Kedua lomba tersebut berlangsung seru dan kompetitif. Antusiasme peserta dan penonton membuat suasana semakin meriah.
Semangat Santri di Pelosok Brebes
Peringatan HSN di Desa Kalijurang menunjukkan semangat santri masih kuat. Bahkan di wilayah pedesaan, antusiasme merayakan hari santri tetap tinggi.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci kesuksesan acara. Mulai dari pelajar, tokoh agama, hingga masyarakat umum turut berpartisipasi.
Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk menjaga spirit santri. Generasi muda diharapkan dapat meneladani perjuangan para santri di masa lalu.
Tim Redaksi
