“Insyaallah awal tahun depan sudah bisa terealisasi. Kami menilai dari banyak aspek, termasuk kebutuhan dokter spesialis mata di Brebes. Mudah-mudahan segera berjalan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata Indra.
Harapan Program Berkelanjutan
Selain fokus pada operasi katarak, Mandiri Amal Insani (MAI) melalui perwakilannya, Ika Puspita Sari, berharap kegiatan ini bisa berkembang dengan program lain.
“Ke depan semoga ada pemeriksaan mata untuk anak sekolah sekaligus pemberian kacamata gratis. Penglihatan yang baik akan membantu anak-anak lebih berprestasi di sekolah,” ungkap Ika.
Pasien Bersyukur Dapat Layanan Gratis
Salah satu pasien penerima manfaat, Tamzid (65), warga Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, merasa sangat terbantu dengan program ini.
“Alhamdulillah, saya sudah menjalani operasi. Semoga setelah ini bisa melihat dengan jelas kembali. Saat ini masih masa kontrol dan penyembuhan, tapi saya sangat bersyukur,” ucap Tamzid.
Langkah Positif Bagi Layanan Kesehatan Mata
Kegiatan sosial yang digelar BEC ini dinilai menjadi terobosan penting dalam pelayanan kesehatan mata di Kabupaten Brebes. Dengan dukungan pemerintah, DPRD, BPJS, serta lembaga sosial, BEC diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan mata yang cepat dan terjangkau.
World Sight Day sendiri diperingati setiap bulan Oktober sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan mata adalah hak semua orang.
Dengan perayaan HUT pertama ini, Brebes Eye Center tidak hanya menunjukkan eksistensinya, tetapi juga komitmen nyata dalam memberikan layanan kesehatan mata yang inklusif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.***
Tim Redaksi
