Portal Pantura, Brebes – Jutaan pemudik akan segera memadati jalur pantura dan jalur selatan Jawa Tengah. Brebes, sebagai salah satu daerah lintasan utama sekaligus tujuan mudik, bergerak cepat memastikan semua lini siap menghadapi lonjakan arus kendaraan dan aktivitas warga selama Lebaran 2026.
Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah merampungkan sejumlah langkah strategis jauh sebelum puncak arus mudik tiba. Perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama.
“Kami sudah melakukan perbaikan sejumlah jalan agar bisa dilalui pemudik,” ujar Paramitha, Senin (16/3/2026) di Bumiayu.
Ruas Pejagan–Bumiayu Diperbaiki, Akses Pemudik Diperlancar
Perbaikan jalan dilakukan di Pejagan hingga Bumiayu yang menjadi kewenangan kabupaten — jalur yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan saat musim mudik berlangsung. Ruas ini menghubungkan kawasan pantura dengan wilayah selatan Brebes, sehingga kerap dilalui kendaraan berat maupun pemudik yang menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan tol.
Kondisi jalan yang mulus diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menekan angka kecelakaan lalu lintas yang biasanya meningkat selama periode mudik.
Bupati Turun Lapangan, Antisipasi Tawuran Malam Ramadan dan Lebaran
Tak hanya memantau dari balik meja, Paramitha mengaku langsung terjun ke lapangan untuk memastikan kondisi keamanan di setiap wilayah Kabupaten Brebes. Salah satu fokus utamanya adalah mengantisipasi tawuran antarkelompok yang secara historis kerap pecah pada malam-malam Ramadan maupun saat momen Idul Fitri.
Fenomena tawuran saat Lebaran memang bukan hal baru di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Kerumunan pemuda, euforia hari raya, dan minimnya pengawasan di sudut-sudut kampung kerap menjadi pemicu. Kehadiran langsung bupati di lapangan menjadi sinyal serius bahwa pemerintah daerah tidak ingin kejadian serupa terulang tahun ini.
Koordinasi dengan aparat keamanan setempat juga disebut telah dilakukan guna memastikan patroli berjalan intensif, terutama pada malam hari selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil, Kecuali Cabai Setan
Di sisi lain, Paramitha juga memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Brebes. Secara umum, ia menyatakan harga barang kebutuhan sehari-hari masih berada dalam batas normal dan tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang hari raya.
Namun ada satu komoditas yang mencuri perhatian: cabai setan.
“Hanya saja cabai setan masih tinggi,” ungkap Paramitha.
Cabai setan — dikenal dengan rasa pedasnya yang ekstrem — merupakan salah satu komoditas khas yang banyak dikonsumsi warga Brebes dan sekitarnya. Tingginya harga komoditas ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang mengganggu hasil panen serta meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Meski begitu, Paramitha memastikan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga agar tidak memberatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang paling terdampak fluktuasi harga pangan.
Brebes Siap Sambut Pemudik
Dengan kesiapan infrastruktur jalan, pengamanan wilayah, dan pemantauan harga yang terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman — baik bagi warga lokal maupun jutaan pemudik yang akan melintasi atau singgah di wilayah tersebut.
Musim mudik 2026 tinggal menghitung hari. Brebes, dengan segala persiapannya, menyatakan siap.***

